Pemerintahan

Semangat Pemekaran Kembali Membara, Suhardi Duka: Kembalikan Fakta Kebesaran Balanipa

Wacana.info
(Foto/Dinas Kominfo, Persandian dan Statistik)

MAMUJU--Sempat meredup. Geliat perjuangan pemekaran Kabupaten Balanipa belakangan kembali mengemuka.

Komite Aksi Perceparan Pembentukan (KAPP) Kabupaten Balanipa menginisiasi Kongres Rakyat Balanipa Mandar di Pondok Pesantren Modern Darul Mahfud di Desa Leko Padis, Kecamatan Tinambung, Polman, Sabtu (04/04). Sebuah agenda sekaligus monumen keseriusan berbagai pihak dalam mewujudkan asa yang telah sekian lama dicita-citakan itu.

Gubnerur Sulawesi Barat, Suhardi Duka yang menghadiri agenda tersebut mengurai sejumlah fakta terkait wilayah Balanipa. Kata dia, Balanipa merupakan sebuah wilayah dengan rentang panjang sejarah yang cukup heroik.

"Sesungguhnya Balanipa ini adalah fakta. Sudah menjadi negara sebelum kemerdekaan sejak abad 17 di bawah kepemimpinan Raja I Manyambungi. Perjuangan kita hari ini untuk mengembalikan fakta tersebut," terang Suhardi Duka.

Sekian langkah yang telah diperjuangkan dalam mewujudkan pemekaran Kabupaten Balanipa, sambung Suhardi Duka, kini ada pada tataran pengambul kebijakan di tingkat nasional. Ia mengungkapkan, tahun 2013 jadi masa terakhir pemekaran wilayah, masa dimana Kabupaten Mamuju Tengah lahir.

"Saya lihat kita semua hadir di sini. Semua tokoh hadir, ada pejabat, ada pengusaha dan ada juga pengusaha pejabat. Jadi nanti akan mudah mengurus di Jakarta," ujarnya.

Jika keran moratorium pemekaran wilayah dibuka, pemerintah daerah berkomitmen untuk memanfaatkannya demi lahirnya Balanipa sebagai satu daerah otonomi baru. Menurut Suhardi Duka, tiga kekuatan utama, dari KAPP, bupati sebagai pengusaha serta dorongan gubernur, mewujudkan lahirnya Kabupaten Balanipa bukan hal yang mustahil.

"Pemprov akan membantu jika naskah akademiknya sudah kadaluarsa, segera diperbaharui dan dibawa ke provinsi, maka saya akan buat persetujuan gubernur, bersama DPRD," demikian Gubernur Suhardi Duka.

Sejumlah nama beken berkesempatan hadir di agenda Kongres Rakyat Balanipa Mandar hari itu. Mulai dari anggota DPR RI, Ajbar Abdul Kadir, Wakil Ketua DPRD Sulawesi Barat, Suraidah Suhardi, Ketua KKMSB Pusat, Bupati Polman, Samsul Mahmud, Ketua Komisi I DPRD Sulawesi Barat, Syamsul Samad, Wakil Bupati Majene, Wakil Bupati Mateng, Rektor Unasman, serta sejumlah tokoh pejuang pembentukan Kabupaten Balanipa, dan perangkat adat Kerajaan Balanipa.

Dalam sambutannya, Bupati Polman, Samsul Mahmud menegaskan, Kongres Rakyat Balanipa Mandar merupakan momentum bersejarah, penanada semangat yang luar biasa dalam mewujudkan Balanipa sebagai saru wilayah kabupaten tersendiri.

"Ini adalah momen bersejarah bagi kita semua. Pemekaran itu sangat bagus suatu daerah karena bisa mempercepat pembangunan dan itu sudah dilalui pak gubernur yang sudah memekarkan Mamuju Tengah dan Pasangkayu," beber Samsul Mahmud.

Bagi Samsul, Gubernur Suhardi Duka yang menghadiri agenda tersebut juga jadi penanda bahwa perjuangan untuk melahirkan Kabupaten Balanipa sudah berada di jalur yang tepat. Ia pun mengajak seluruh tokoh untuk berjuang bersama.

Dalam penjelasannya, Ketua KAPP Kabupaten Balanipa, Mujirin M Yamin menguraikan, Kongres Rakyat Balanipa Mandar itu dilaksanakan sekama tiga hari.Kkemah pemuda jadi rangkaian awal dari pelaksanaannya.

"Alhamdulillah semua kegiatan berjalan lancar dan semua yang hadir memberikan respon positif baik wakil menteri sampai gubernur dan bupati. Semoga kita semua bersatu berjuang agar Kabupaten Balanipa terwujud," kata Mujirin.

Balanipa, masih oleh Mujirin, adalah salah satu kerajaan yang mendiami jazirah Mandar. Dahuli kala dinamai Balanipa Sendana.

"Makanya kita semua harus berjuang bersama, karena rohnya di situ. Apalagi di Balanipa memiliki sejarah dan sumber dayanya yang perlu dikembangkan," Mujir M Yamin menutup.

Kabupaten Balanipa sendiri merupakan satu daerah yang mencakup Kecamatan Luyo, Kecamatan Campalagian, Kecamatan Balanipa, Kecamatan Tinambung, Kecamatan Alu, Kecamatan Limboro, dan Kecamatan Tutar.

Pada kongres rakyat Balanipa Mandar hari itu juga ditandatangani prasasti sebagai bentuk komitmen dukungan yang dilakukan Gubernur Suhardi Duka, Bupati Polman, Samsul Mahmud, serta KAPP Balanipa yang disaksikan oleh sejumlah masyarakat yang hadir. (*/Naf)