PDIP di antara PHS dan AIM, ABM Lewat
MAMUJU--Modal lima kursi DPRD Sulawesi Barat hasil Pemilu terakhir yang diperoleh PDI Perjuangan (PDIP) jelas jadi magnet tersendiri bagi para kandidat calon gubernur, wakil gubernur di Pilkada serentak tahun ini. Belum lagi nama besar 'moncong putih' yang sudah cukup teruji di berbagai momentum politik.
Dua poin di atas bisa jadi pelengkap alasan utama mengapa sejumlah kandidat bakal calon gubernur atau wakil gubernur Sulawesi Barat sebegitu ngebetnya memperoleh rekomendasi dari partai yang dinahkodai Megawati Soekarnoputri itu.
Hingga saat ini, setidaknya sudah ada dua nama kandidat bakal calon gubernur Sulawesi Barat yang telah memperoleh 'setengah restu' dari PDIP. Meski sebatas surat tugas, setidaknya lampu hijau dari PDIP telah diberikan masing-masing kepada Andi Ibrahim Masdar (AIM) dan Prof Husain Syam (PHS).
Surat Tugas dari PDIP ke AIM. (Foto/Istimewa)
Menurut Charles Wiseman, keduanya telah secara resmi mengantongi surat tugas. Belum berupa rekomendasi. Sekretaris DPD PDI Sulawesi Barat itu mengatakan, keduanya diberi tugas untuk melengkapi sejumlah persyaratan untuk dapat dicalonkan sebagai pasangan calon gubernur dan wakil gubernur di Pilkada serentak tahun 2024.
"Diberi tugas untuk mencukupkan syarat jumlah kursi dukungan lewat koalisi partai. Termasuk mencari kandidat calon pendamping. Karena tidak mungkin rekomendasi diterbitkan DPP kalau hanya memuat satu nama saja, harus sudah sepasang," ujar Charles kepada WACANA.Info, Minggu (28/07) malam.
AIM dan PHS merupakan dua nama yang secara resmi telah mengukuti mekanisme penjaringan bakal calon gubernur dan wakil gubernur Sulawesi Barat yang digulirkan oleh PDIP. Satu nama lain yang juga ikut mendaftar adalah Ali Baal Masdar (ABM).
"Saya tidak tahu persis. Itu gawean DPP (soal alasan ABM tak memperoleh surat tugas). Tapi kalau kita menduga-duga, bisa saja DPP mempertimbangkan bahwa tidak mungkin AIM dan ABM itu akan bertarung di Pilkada bersama-sama. Keduanya kan bersaudara," sambungnya.
Surat Tugas dari PDIP ke PHS. (Foto/Istimewa)
Ditanya soal akan kemana lembar rekomenasi PDIP untuk Pilkada Sulawesi Barat, Charles mengaku tak punya informasi apapun. Sebab, kata dia, keputusan terakhir ada di DPP PDIP.
"Mekanismenya seperti itu. Apapun yang akan diputuskan oleh DPP, itu yang akan kita jalankan," pungkas Charles Wiseman.
AIM dan PHS, Dua-duanya OK
Terpisah, sekretaris DPC PDIP Kabupaten Mamuju, Andi Abdul Malik memberi penegasan terkait arah dukungan partai berlambang kepala banteng itu. Baginya, baik AIM maupun PHS adalah dua sosok yang tepat untuk memimpin Sulawesi Barat.
"Saya rasa semua layak dan mempunyai kelayakan memimpin Sulbar. Kedua kandidat ini memiliki potensi dan pegalaman masing-masing untuk memikirkan Sulbar di masa yang akan datang," bebernya.
Sekretaris DPC PDIP Kabupaten Mamuju, Andi Abdul Malik. (Foto/Facebook)
Kesiapan juga kelayakan keduanya di mata PDIP, masih oleh Abdul Malik, dapat dilihat dari serangkaian proses penjaringan bakal calon gubernur dan wakil gubernur Sulawesi Barat yang telah diikuti oleh AIM dan PHS. Menurutnya, itu bukti baik AIM maupun PHS sama-sama figur yang benar-benar siap.
"Mereka berhasil melalui tahapan penjaringan dan penyaringan hingga mendapatkan surat tugas dari DPP PDI Perjuangan sampai saat ini," tutup Andi Abdul Malik. (*/Naf)









