NasDem untuk SDK-Salim, Dirga: Tak Ada Barter
JAKARTA--"Saya sudah mempresentasikan semua kandidat gubernur dan wakil gubernur Sulbar di DPP. Tentang kualitas serta masing-masing peluang kemenangannya. Dan lewat sejumlah pertimbangan, dalam rapat pleno DPP NasDem akhirnya diputuskan untuk Pilgub Sulbar kita mengusung Bapak Suhardi Duka (SDK) dengan Salim S Mengga,".
Hal itu disampaikan Ketua DPW Partai NasDem Sulawesi Barat, Dirga Adhi Putra Singkarru sesaat setelah penyerahan rekomendasi 'partai restorasi Indonesia' itu diserahkan ke SDK-Salim, Selasa (30/07) sore. Kepada WACANA.Info, Dirga menguraikan proses panjang terbitnya rekomendasi yang akhirnya berlabuh ke pasangan SDK-Salim itu.
Kata dia, SDK sejak awal memang telah mengikuti proses penjaringan bakal calon gubernur Sulawesi Barat yang digulirkan NasDem. Namanya masuk dalam rapat pleno tingkat kabupaten, provinsi hingga di level terakhir; DPP.
"Saya sampaikan di forum pleno DPP prestasi dari masing-masing kandidat. Dan yang paling menentukan itu adalah hitung-hitungan ilmiah yakni hasil survei dimana menunjukkan peluang Pak SDK dan Salim untuk memenangkan Pilgub ini cukup besar," Dirga, sosok yang juga penantang Pilkada Polman itu menambahkan.
Di samping itu, nama Salim S Mengga dianggap representasi dari kader NasDem. Menurut Dirga, purnawirawan jenderal bintang dua itu masih punya tempat istimewa di internal Partai NasDem.
"Apalagi DPP NasDem itu mendorong agar kader-kader terbaiknya untuk ikut bertarung di Pilkada serentak ini. Dan Pak Salim dianggap sebagai representasi dari kader NasDem," ucap Dirga.
Rekomendasi NasDem untuk Pilkada Sulawesi Barat di atas bikin seluruh kader partai yang dinahkodai Surya Paloh itu wajib untuk tunduk dan patuh menjalankannya. Dirga menegaskan, pengurus, kader dan simpatisan NasDem di semua tingkatan mesti bekerja maksimal dalam mengawal SDK-Salim di gelaran Pilkada serentak November 2024 ini.
"Yah kita harus tunduk dan patuh. Mekanismenya kan seperti itu. Seluruh penurus dan kader di semua tingkatan wajib untuk mengamankan sekaligus menyukseskan SDK-Salim di momentum Pilgub," tegasnya.
SDK-Salim Mengantongi Rekomendasi Partai NasDem. (Foto/Instagram Official NasDem)
Rekomendasi Partai NasDem untuk paket SDK-Salim itu diserahkan langsung oleh sekretaris Bappilu DPP Partai NasDem, Willy Aditya di NasDem Tower. Diserahkan langsung ke SDK yang turut didampingi oleh Saim S Mengga. Hadir dalam momentum tersebut Ketua DPW Partai NasDem Sulawesi Barat, Dirga Adhi Putra Singkarru, serta sejumlah pengurus DPP Partai NasDem lainnya.
Tak Ada Tawar Menawar
Arah dukungan NasDem di Pilkada Sulawesi Barat sudah mulai tampak ketika momen penyerahakn rekomendasi dukungan Partai Demokrat untuk Pilkada Polman beberapa waktu yang lalu. Kala itu, SDK yang ketua DPD Partai Demokrat Sulawesi Barat mendampingi Dirga di agenda yang digelar di DPP Partai DPP Demokrat.
Bagi Dirga, NasDem yang secara resmi berdiri di belakang pencalonan SDK-Salim di Pilkada Sulawesi Barat tak punya korelasi apapun dengan rekomendasi Demokrat untuk pencalonannya di Pilkada Polman. Tak ada barter, tegas dia.
"Kalau dikatakan itu ada barter antara rekomendasi Demokrat untuk saya di Pilkada Polman dengan rekomendasi NasDem yang diserahkan untuk SDK-Salim, saya kira itu hanya asumsi di penghujung dari semua proses ini. Sebab, saya pun mengikuti seluruh mekanisme penjaringan bakal calon bupati dan wakil bupati yang diinisasi oleh Partai Demokrat. Sama dengan apa yang telah dijalani oleh Pak SDK dan Pak Salim di internal NasDem. Jadi, tidak ada korelasinya sama sekali," begitu kata Dirga Adhi Putra Singkarru.
Terpisah, SDK yang juga anggota Komisi IV DPR RI itu menyebut, ia dan NasDem memang sejalan. Menurutnya, tak ada tawar menawar di balik dukungan Demokrat ke Dirga yang di Pilkada Polman berduet dengan Iskandar Muda Baharuddin Lopa itu.
"Yang ada Demokrat dukung Dirga dan NasDem dukung saya," sebut SDK yang dihubungi Senin (29/07) malam.
Tambahan lima kursi milik NasDem, serta sebelumnya dukungan dari PKS dengan satu kursi di parlemen sudah lebih dari cukup bagi pencalonan SDK-Salim di Pilkada Sulawesi Barat. Sebab Partai Demokrat saja sudah dengan modal yang cukup besar; delapan kursi di DPRD Sulawesi Barat.
Itu belum menghitung kemungkinan tambahan kekuatan partai politik bagi SDK-Salim yang hingga kini prosesnya masih terus bergulir.
Usaha Bangun Koalisi Belum Berakhir
Di atas kertas, duet SDK-Salim memang telah memenuhi persyaratan untuk dicalonkan di pentas Pilkada Sulawesi Barat. Kondisi tersebut tak lantas membuat SDK bersama Demokrat berhenti dalam usahanya menjalin komunikasi dengan partai lain.
Ketua Bapilu DPD Partai Demokrat Sulawesi Barat, Sukri Umar mengungkapkan, hingga kini pertalian komunikasi yang diharapkan berujung mewujud dalam bentuk koalisi terus dilakukan.
Sukri Umar. (Foto/Abdi Gemawan)
"Kita tentu mengapresiasi sekaligus bersyukur atas diterbitkannya rekomendasi dukungan dari NasDem untuk pencalonan SDK dan Pak Salim. Sekarang kita sisa menunggu perkembangan upaya komunikasi politik dengan sejumlah partai lainnya. Adalah hal yang juga tak kalah penting untuk SDK-Salim memperoleh dukungan dari partai politik lainnya," ucap Sukri Umar.
SDK dan juga Salim S Mengga telah diagendakan untuk menyapa warga Sulawesi Barat dalam kapasitasnya sebagai pasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur. Tentang kapan dan dimana agenda itu dilaksanakan, Sukri Umar belum membuka informasi lebih detail.
"Yang pasti dalam waktu dekat. Beliau berdua kan belum pernah menyapa masyarakat Sulbar dalam kapasitas sebagai kandidat calon gubernur dan wakil gubernur. Nah di momentum itu nanti baik SDK maupun Pak Salim akan hadir sebagai bakal calon," ungkap Sukri, politisi Demokrat yang juga anggota DPRD Sulawesi Barat itu.
"Tapi itu sifatnya bukan deklarasi yah. Keduanya akan deklarasi setelah seluruh partai pengusung SDK-Salim sudah fix. Sekarang ini proses komunikasi politik dengan beberapa partai lainnya masih terus bergulir. Kita tunggu saja," Sukri Umar menutup. (*/Naf)









