Humaniora

Bukber Bareng Eks Napiter, Satgaswil Sulawesi Barat Densus 88 Sosialisasi di Mamasa

Wacana.info
(Foto/Istimewa)

MAMASA--Sebagai upaya untuk membentengi masyarakat dari ancaman ideologi radikal, Satgaswil Sulawesi Barat Densus 88 AT menggelar kegiatan sosialisasi pencegahan paham IRET (Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme) di kecamatan Mamasa, Senin (16/03). Kegiatan yang dirangkaikan dengan buka puasa bersama itu juga dihadiri oleh mantan narapidanan terorisme, Nasrullah.

Selain itu, tokoh masyarakat, tokoh agama, perwakilan dari pemerintah daerah, serta stakeholder lainnya juga hadir pada agenda hari itu.

Paham IRET merupakan sebagai ancaman serius yang dapat memecah belah persatuan bangsa. Hal itu disampaikan Kasatgaswil Sulawesi Barat Densus 88, AKBP Soffan Ansyari menekankan, radikalisme sering kali bermula dari sikap intoleransi yang tidak disadari.

"Tokoh masyarakat memegang peran krusial sebagai garda terdepan dalam menjaga lingkungan dari pengaruh negatif. Lewat kegiatan ini, kami berharap agar tokoh masyarakat dapat secara aktif untuk menyebarkan pesan perdamaian dan moderasi beragama untuk menangkal propaganda radikal untuakanya yang marak di media sosial," tutur AKBP Soffan Ansyari dalam keterangan tertulisnya.

Di kesempatan yang sama, Nasrullah yang mantan eks Napiter itu sempat mengurai proses seseorang dapat terpapar paham radikal hingga memutuskan untuk bergabung dengan jaringan terlarang. Kata dia, radikalisme sering kali dimulai dari sikap intoleransi yang menganggap kelompok lain salah, yang kemudian berkembang menjadi pemikiran ekstrem.

"Masyarakat hendaknya mengenali narasi-narasi provokatif yang sering dibungkus dengan simbol agama, baik melalui kajian tertutup maupun media sosial," ungkap Nasrullah.

Kepala Kanto Kementerian Agama Kabupaten mamasa, H Ramli L mengapresiasi sekaligus mendukung penuh setiap pelaksanaan sosialisasi pencegahan paham IRET yang gencar dilakukan oleh Satgaswil Sulawesi Barat Densus 88 AT Polri. Kata dia, sosialisasi seperti itu merupakan wujud nyata silaturrahmi dan koordinasi yang baik di antara stakeholder terkait.

"Agenda seperti ini adalah wujud nyata tentang adanya kebersamaan di antara para pihak dalam hal mensosialisasikan bahaya paham IRET ke masyarakat. Sekaligus bukti kolaborasi dalam mendorong moderasi beragama serta kerukunan antarumat sebagai pilar kebangsaan," demikian H Ramli L. (*/Naf)