Cegah IRET, Satgaswil Sulawesi Barat Densus 88 Gandeng NU dan Muhammadiyah
MAJENE--Satgaswil Sulawesi Barat Densus 88 AT Polri, bersama NU Majene, Ketua Muhammadiyah Majene, sejumlah tokoh pemuda dan tokoh masyarakat, Kesbangpol Majene, serta MUI Majene duduk bareng membincang bahaya penyebaran Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET). Sebuah agenda yang dirangkaikan dengan buka puasa bersama tu digelar di salah satu rumah makan di Kabupaten Majene, Minggu (15/03).
Dalam penjelasannya, AKBP Soffan Ansyari menguraikan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga silaturahmi sekaligus koordinasi dengan sejumlah unsur terkait. Katgaswil Sulawesi Barat Densus 88 itu berharap, lewat agenda itu sinergi antarlembaga dan elemen masyarakat dapat terjalin utamanya dalam membangun komitmen untuk mencegah penyebaran paham IRET khususnya di wilayah Kabupaten Majene.
Ia menjelaskan, di era saat ini, dimana perkembangan teknologi informasi dan media sosial memberi dampak yang sangat besar bagi kehidupan masyarakat, khususnya generasi muda. Anak-anak dan remaja menjadi kelompok yang rentan terpapar berbagai konten negatif yang berpotensi mengarah pada paham radikal.
"Selain melalui media sosial, pengaruh tersebut juga dapat masuk melalui berbagai platform digital termasuk permainan atau game online yang di dalamnya terkadang terdapat konten, komunikasi, maupun jaringan yang dapat dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk menyebarkan paham yang menyimpang," tutur AKBP Soffan Ansyari dalam keterangan tertulisnya.
Ia pun mengajak kepada seluruh unsur pemerintah, aparat keamanan, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta tokoh pemuda untuk bersama-sama meningkatkan pengawasan dan pembinaan terhadap generasi muda.
"Sinergi dan kepedulian bersama dinilai sangat penting agar wilayah Sulawesi Barat, khususnya Kabupaten Majene, tetap aman, kondusif, serta terhindar dari pengaruh paham-paham radikal yang dapat merusak persatuan dan kesatuan bangsa," pungkas AKBP Soffan Ansyari.
Di tempat yang sama, pimpinan NU Kabupaten Majene, Dr. H Hasyim menambahkan, tokoh agama memegang peranan sangat penting dalam memberikan pemahaman keagamaan yang moderat, damai, dan menyejukkan kepada masyarakat, khususnya kepada generasi muda.
"Lewat penguatan nilai-nilai keagamaan yang benar, masyarakat dapat memiliki benteng yang kuat untuk menolak berbagai paham yang bertentangan dengan ajaran agama maupun nilai kebangsaan," ujarnya.
Penguatan agenda pembinaan karakter dan literasi digital bagi lembaga pendidikan, baik sekolah maupun organisasi keagamaan perlu untuk terus ditingkatkan. Salah satu pimpinan Muhammadiyah Majene, Tabrin menyebut, literasi yang maksimal kepada para pelajar diharapkan mereka mampu menyaring informasi yang diperoleh dari media sosial maupun internet.
"Termasuk keterlibatan keluarga dalam mengawasi aktivitas anak-anak dalam menggunakan gadget dan bermain game online," sumbang Tabrin. (*/Naf)









