Pemerintahan

Kata Suhardi Duka di HUT ke-3 PTA Sulbar

Wacana.info
(Foto/Dinas Kominfo, Persandian dan Statistik)

MAMUJU--Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka menghadiri puncak peringatan HUT ke-3 Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Sulawesi Barat, Jumat (05/12). Di sana, Gubernur Suhardi Duka membeberkan paradigma hukum yang kata dia mulai terkoreksi.

Menurutnya, proses hukum, dari kepolisian, kejaksaan, KPK yang kesemuanya masuk pada proses peradilan, belakangan justru menjadi perbincangan di Warkop dan di cafe-cafe. Sebuah anomali, kata dia, sebab di negara-negara maju, putusan pengadilan sifatnya final. Tak ada diskusi entah itu di Warkop atau di tempat-tempat umum lainnya.

"Karena tidak ada yang meragukan keputusan hakim. Tetapi di Indonesia, setiap keputusan selalu berakhir dengan diskusi di cafe-cafe, di Warkop, bahkan di talk show," beber Suhardi Duka.

Apapun yang telah diputuskan oleh hakim, menurut Suhardi Duka, ia punya sifat yang mutlak adanya. 

"Karena hakim adalah perwakilan Tuhan di muka bumi ini," sambung Bupati Mamuju dua periode itu.

Kehadiran Pengadilan Tinggi Agama di Sulawesi Barat, sambung dia, diharapkan dapat menjadikan proses penegakan hukum di pengadilan agama semakin efektif dan efisien demi memberikan rasa keadilan. (*/Naf)