Advertorial

Ancaman IRET, Kesbangpol Singgung Pentingnya Sinergitas

Wacana.info
(Foto/Istimewa)

MAMUJU--Ancaman Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET) merupakan tantangan serius yang berpotensi mengganggu stabilitas sosial, merusak tatanan kehidupan berbangsa, serta mengancam integrasi nasional. Hal itu disampaikan Rakhmat.

Analis Kebijakan Ahli Muda pada Bidang Kewaspadaan Nasional, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Sulawesi Barat itu menguraikan hal di atas saat menjadi narasumber dalam program podcast LPP RRI Mamuju, Rabu (03/12). Menurut dia, penguatan wawasan kebangsaan sebagai langkah strategis dalam menghadapi ancaman ideologis yang semakin kompleks adalah hal yang sifatnya mendesak.

Bagi Rakhmat, ikhtiar memperkuat karakter kebangsaan guna mencegah berkembangnya paham-paham yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila sangat membutuhkan sinergi antara seluruh elemen. Baik pemerintah maupun berbagai lapisan masyarakat.

“Mengapa kita harus merawat bangsa ini ?. Karena bangsa Indonesia adalah rahmat yang dianugerahkan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala, Tuhan Yang Maha Esa. Oleh karena itu, kami mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk senantiasa bersyukur karena kita masih berada dalam naungan Negara Kesatuan Republik Indonesia," beber Rakhmat.

Podcast tersebut, kata Rakhmat, diharapkan dapat menjadi sarana edukasi publik yang efektif sekaligus mendorong kesadaran kolektif untuk menjaga persatuan, toleransi, dan kerukunan di Provinsi Sulawesi Barat. Selain Rakhmat, ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Sulawesi Barat, H Muh Sahlan. 

"Sebagaimana firman-Nya, 'barang siapa tidak mensyukuri nikmat-Ku, maka azab-Ku akan lebih pedih'. Atas dasar itu, mari kita terus bersyukur dengan merawat, menjaga, dan memelihara bangsa ini sebagai bentuk melanjutkan perjuangan para pendiri bangsa dan pahlawan yang telah mendahului kita," demikian Rakhmat. (*/Naf)