Belajar dari 'Bungasna Somba'
MAMUJU--Ada yang menarik dari pelaksanaan Sandeq Silumba tahun 2025. Perjalanan 'Bungasna Somba', salah satu perahu perserta Sandeq Silumba tahun rupanyua memberi pesan kuat bagi publik.
Ketua Dewan Pengarah Sandeq Silumba 2025, Syamsul Samad mengapresiasi seluruh peserta, tak terkecuali Bungasna Somba yang kata dia memberi pelajaran berarti bagi kita semua.
Dalam pernyataannya, Syamsul Samad tak menampik soal nasib Bungasna Somba yang menjadi sorotan karena finis di posisi terakhir, peringkat 55 dari 55 perahu yang mengikuti lomba.
"Saya mengamati di media sosial, banyak tanggapan. Ada yang mengapresiasi, ada juga yang membully. Tapi bagi saya pribadi, saya punya pandangan lain," ujar Syamsul Samad, Rabu (27/08).
Sandeq Silumba tahun 2025, kata Syamsyul bukan soal siapa yang paling cepat mencapai garis akhir. Ia juga punya makna tentang keberanian untuk menyelesaikan tantangan, sekaligus menjaga dan melestarikan budaya maritim Sulawesi Barat.
"Saya akan memberikan apresiasi khusus, atensi khusus, dan rasa terima kasih kepada Sandeq Bungasna Somba. Dalam kondisi tertekan secara mental, mereka tetap bertahan dan bertanggung jawab untuk menyelesaikan seluruh etape," urai dia.
Syamsul Samad menambahkan, Sandeq Silumba juga jadi ajang memperkenalkan budaya bahari lokal ke dunia internasional. Ia mengaku bangga kepada Bungasna Somba yang mampu menunjukkan komitmen, integritas dan sikap tangguh di tengah tekanan publik.
"Perkenankan saya, tanpa mengurangi rasa hormat kepada seluruh peserta lain, untuk menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan khusus. Kalian adalah pahlawan," Syamsul Samad mengakhiri pernyataannya. (*/Naf)









