Ratusan Warga Mamasa Mengungsi Hingga ke Tana Toraja

Wacana.info
Pengungsi di Tana Totaja. (Foto/karebatoraja.com)

TORAJA—-Gempa bumi yang berpusat di kabupaten Mamasa sejak beberapa hari terakhir membuat ratusan masyarakat di sana memilih untuk mengungsi. Bahkan, kabupaten tetangga, Tana Toraja pun dipilih warga Mamasa untuk dijadikan tempat mengungsi.

Dikutip dari portal berita Kareba Toraja, Kamis (8/11), warga yang mengungsi akibat gempa Mamasa itu berkumpul di kantor kecamatan Bittuang, Tana Toraja. Jumlahnya mencapai 1.566 orang. Itu data yang tercatat setidaknya hingga Rabu kemarin.

Dari jumlah tersebut, 414 orang diantaranya dari kecamatan Tabang, Mamasa dan 1.162 dari kecamatan Masanda kabupaten Tana Toraja. 

Para pengungsi tersebut mulai memadati kantor kecamatan Bittuang sejak Selasa, 6 November 2018, pagi hingga malam.

Rabu, 7 November 2018 kemarin, Bupati Tana Toraja, Nicodemus Biringkanae berkesempatan untuk memantau langsung kondisi para pengungsi yang berposko di sekitar kantor Camat Bittuang dan Lapangan Sepakbola Bittuang.

Dalam kunjungannya, Pak bupati didampingi Dandim 1414 Tana Toraja, Kepala Stasiun Metereologi dan Klimatologi Pongtiku, dan anggota Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Tana Toraja. 

Selain memantau kondisi, Bupati juga membawa serta bantuan bahan makanan dan beberapa jenis bantuan lainnya.

Di hadapan para pengungsi Bupati minta warga agar tetap tenang dan menjaga kewaspadaan dan tidak berlebihan didalam menanggapi setiap informasi yang beredar.

"Jika di sekitar rumah warga ada tempat kosong atau lapangan yang bisa digunakan mendirikan tenda sebaiknya itu yang digunakan agar tidak terlalu jauh mengungsi," kata Nico.

Noco juga menghimbau jika ada warga yang ingin kembali ke rumah, pemerintah Kabupaten Tana Toraja akan membantu memfasilitasi untuk mengantar para pengungsi kembali ke rumahnya sekaligus memberikan bekal logistik untuk kebutuhan beberapa hari di rumahnya.

Jika pengungsi ingin tetap bertahan, pemerintah kabupaten Tana Toraja juga menyiapkan segala kebutuhan pengungsi mulai dari kebutuhan makan sampai obat-obatan. (*/Naf)