Pemerintahan

Perkuat Pastipadu, Semua Pihak Mesti Bersatu

Wacana.info
(Foto/Dinas Kominfo, Persandian dan Statistik)

MAMUJU--Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat terus memperkuat upaya percepatan penurunan stunting dan kemiskinan melalui Program Percepatan Penurunan Stunting dan Kemiskinan Terpadu (Pastipadu). Untuk hasil yang lebih maksimal, semua pihak mesti terlibat aktif dalam pelaksanaan salah satu program prioritas itu.

Sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Saerah (OPD), instansi dan mitra terkait, seperti Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Badan Pusat Statistik (BPS), hingga kalangan pelaku usaha turut hadi pada Rapat Koordinasi Pimpinan program Pastipadu yang digelar pemerintah Provinsi Sulawesi Barat di lantai 3 Kantor Gubernur Sulawesi Barat, Selasa (02/06).

Secara bergantian, para pimpinan OPD memaparkan berbagai program yang telah dan akan dijalankan untuk mempercepat penurunan angka stunting dan kemiskinan. 

Sementara itu, instansi pendukung dan mitra usaha menyatakan komitmennya untuk terlibat dalam pelaksanaan program secara terpadu.

Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka mengatakan, sinergi lintas sektor menjadi kunci dalam mempercepat penyelesaian dua persoalan tersebut.

"Kita semakin permantap dan terpadu program kita. Pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, termasuk Baznas dan pelaku usaha. Kita semakin berkomitmen untuk menangani itu," kata Suhardi Duka.

Menurutnya, hasil pelaksanaan program sepanjang 2025 menunjukkan capaian yang positif. Angka kemiskinan di Sulawesi Barat mengalami penurunan, begitu pula angka stunting yang turun cukup signifikan.

"Dan hasil kerja kita di tahun 2025 menunjukkan hasil yang baik. Terjadi ada penurunan angka kemiskinan. Terjadi juga penurunan angka stunting yang cukup signifikan," ujarnya.

Karena itu, pemerintah provinsi Sulawesi Barat memastikan program tersebut akan terus dilanjutkan dan diperkuat pada tahun-tahun berikutnya.

"Olehnya itu kita akan lanjutkan program ini dan kita akan semakin mantapkan, dan semua kita bekerja berdasarkan dengan data dari BPS, kemudian dari BKKBN," tegas dia.

Menurut Suhardi Duka, penggunaan data yang akurat menjadi dasar dalam menentukan sasaran program sehingga intervensi yang dilakukan dapat lebih tepat dan efektif.

"Sehingga dengan demikian pekerjaan ini menjadi prioritas pemerintah provinsi," tutup Suhardi Duka.

Rapat koordinasi tersebut menjadi bagian dari langkah konsolidasi pemerintah daerah untuk memastikan seluruh program penanganan stunting dan kemiskinan berjalan searah, terukur, dan menyasar masyarakat yang benar-benar membutuhkan. (*/Naf)