Pemerintahan

Demokrat Belum Bahas Pengganti Salim S Mengga

Wacana.info
Paripurna DPRD Sulbar Pengumuman Usulan Pemberhentian Dengan Hormat Wagub Sulbar Masa Jabatan 2025-2030. (Foto/Manaf Harmay)

MAMUJU--Sebagai salah satu motor utama pengusung pasangan Suhardi Duka-Salim S Mengga, Partai Demokrat (bersama NasDem dan PKS) jelas punya kepentingan besar dalam hal pengisian jabatan wakil gubernur sepeninggal Salim S Mengga. 

Ketua DPD Demokrat Sulawesi Barat yang juga Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka sebelumnya hanya memberi clue bahwa sosok pengganti purnawirawan jenderal TNI itu mesti datang dari Kabupaten Polman.

Sekretaris DPD Partai Demokrat Sulawesi Barat, Abdul Wahab Abdy kepada WACANA.Info mengaku, hingga kini, pihaknya belum sekalipun membincang secara serius soal siapa suksesor Salim S Mengga. 

Sejumlah nama yang telah beredar, kata Wahab Abdy, masih sebatas opsi yang digelindingkan publik. Wajar, kata dia.

Abdul Wahab Abdy. (Foto/Istimewa)

"Kami belum sekalipun membahas soal itu. Belum juga ada rencana untuk rapat internal. Pak ketua DPD (Suhardi Duka) juga belum menginstruksikan untuk kami mengagendakan rapat internal membahas siapa pengganti almarhum," tutur Abdul Wahab Abdy, Senin (06/04) siang.

Masih oleh Abdul Wahab Abdy, mekanisme yang berlaku di Demokrat dalam hal pengisian jabatan wakil gubernur kurang lebih sama dengan masa pengusulan pasangan calon kepala daerah di Pilkada. Restu dari pengurus DPP, kata dia, adalah hal yang hukumnya wajib.

"Saya kira kurang lebih sama pada saat kita mengusung pasangan calon. Dulu di Pilkada itu kan rekomendasi lahir dari DPP. Jadi, besar kemungkinan, siapapun nama yang nantinya kita sepakati di daerah, selanjutnya bakal dikonsultasikan ke DPP. Saya kira seperti itu," Abdul Wahab Abdy menutup.

Sinyal Golkar untuk Syamsul Samad

Sudah menjadi pengetahuan umum, mekanisme pengisian jabatan wakil gubernur Sulawesi Barat sangat ditentukan oleh suara di DPRD. Regulasinya mengamanatkan bahwa dalam prosesnya, gubernur mengusulkan dua nama (berasal dari kesepakatan dari partai pengusung) ke DPRD untuk dipilih oleh lembaga legislatif itu.

Saat ini sudah ada sejumlah nama calon pengganti Almarhum Salim S Mengga telah beredar di berbagai ruang diskusi. Per hari ini, belum satu pun keputusan resmi baik dari partai pengusung Suhardi Duka-Salim S Mengga, apalagi dari Gubernur Suhardi Duka tentang siapa dua nama yang bakal diusul ke DPRD.

Benar bahwa Partai Golkar bukanlah partai pengusung gubernur dan wakil gubernur terpilih di Pilkada tahun 2024 yang lalu. Meski tak punya hak dalam mengusulkan nama pengganti Almarhum Salim S Mengga, fraksi partai berlambang pohon beringin itu tetap jadi magnet utama bagi siapapun yang menginginkan posisi 'DC 2'.

Gubernur Suhardi Duka, Bupati Polman, Samsul Mahmud, Wakil Ketua DPRD Sulbar, Suraidah Suhardi, Ketua Komisi I DPRD Sulbar, Syamsul Samad, serta Sejumlah Nama Lain saat Menghadiri Kongres Rakyat Balanipa Mandar Beberapa Waktu Lalu. (Foto/Istimewa) 

Sebagai pemenang Pemilu 2024, Golkar jadi pemilik kursi terbanyak di DPRD Sulawesi Barat. Satu fakta yang tak terbantahkan tentang vitalnya arah Golkar di tengah proses pengisian jabatan wakil gubernur yang sangat ditentukan oleh DPRD Sulawesi Barat.

Menariknya, Ketua DPD Golkar Sulawesi Barat, Samsul Mahmud seolah mengirim sinyal dukungan ke salah satu figur calon wakil gubernur Sulawesi Barat, Syamsul Samad. Meski tak secara gamblang, apa yang disampaikan Samsul itu bisa diasumsikan sebagai setu Golkar kepada Syamsul Samad, politisi Polman yang kini menjabat ketua komisi I DPRD Sulawesi Barat.

"Kalau saya lihat ketua komisi I DPRD Provinsi (Syamsul Samad) Pak Gub, ciri-ciri saya liat ini," kata Samsul Mahmud di hadapan Gubernur Suhardi Duka serta sejumlah tamu undangan di Kongres Rakyat Balanipa, Sabtu (04/04).

Samsul Mahmud yang juga Bupati Polman itu bahkan menegaskan kesiapannya untuk memberi restu. Jika Gubernur Suhardi Duka juga merestui.

"Kalau pak gubernur tanda tangan, kami mengikuti tanda tangannya," begitu kata Samsul Mahmud. (*/Naf)