Manakarra Film Festival Tahun 2024

126 Film Berpartisipasi di MFF 2024

Wacana.info
MFF2024. (Foto/Istimewa)

Laporan: Muhammad Akbar

MAMUJU--Masa penyerahan karya film untuk event Manakarra Film Festival (MFF) tahun 2024 resmi ditutup. Sebanyak 126 karya sineas dari berbagai daerah di Indonesia telag teregistrasi sebagai peserta di event tersebut.

Kata Sadly Asis, jumlah karya yang masuk di atas melebihi ekspektasinya. Direktur Pitu Sinema itu sama sekali tak menyangka antusiasme sineas se-Indonesia sebegitu besarnya untuk event MFF 2024.

"Bahkan ada beberapa karya film yang diterima oleh teman-teman yang datang dari sineas asal luar negeri. Sayangnya, kami tidak membuka slot khusus untuk film internasional. Yang 126 fim saja itu sudah melebihi dari apa yang kami harapkan," tutur Sadly Asis dalam keterangan tertulisnya, Jumat (2/08).

Dijelaskan Sadly, 126 film tersebut selanjutnya akan dikurasi oleh para kurator yang sebelumnya telah ditetapkan. Sebelum karya film sampai ke meja dewan juri.

MFF 2024 akan terbagi dalam beberapa klategori utama. Baik yang bersifat kompetisi maupun non kompetisi. Dijelaskan Sadly, kategori pertama dinamai 'Sandeq', merupakan kategori non-kompetisi yang dapat diikuti oleh peserta pelajar dan umum. 

Kedua, kategori 'Banua Award', yaikni kompetisi yang berfokus pada film maker se-pulau Sulawesi. Lalu ada kategori 'Sekomandi Award', merupakan kompetisi umum khusus pelajar.

"Serta kategori 'Manurung Award', yaitu kompetisi umum sekaligus yang paling banyak diikuti peserta dari berbagai daerah," terang Sadly Asis.

MFF tahun 2024 sendiri dijadwalkan bakal digelar pada bulan September tahun 2024 ini. Sebagai ajang pemanasan menuju event tersebut, Pitu Sinema hingga ini masih dalam rangkaian 'mimbara sinema'. Agenda road show ke beberapa tempat untuk kepentingan mengkampanyekan MMF 2024.

'Mimbara Sinema' juga jadi wadah diskusi seputar dunia perfilman lokal, hiburan, serta nonton bareng karya-karya sineas lokal di sejumlah titik.

"Kami cukup senang melihat MFF 2024 yang mendapat respon sebegitu besarnya dari seluruh film maker di Indonesia. Bahkan ada juga peserta yang berasal dari luar negeri yang ingin ikut serta. Sayangnya, kami belum menyiapkan kategori internasional. Semoga tahun depan kami sudah bisa membuka kategori itu," pungkas Sadly Asis. (*/Naf)