Pancasila Sebagai Kompas Moral di Era Disrupsi Teknologi
MAMUJU--Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka bertindak sebagai inspektur upacara pada upacara peringatan hari lahir Pancasila yang dipusatkan di lapangan Mapolda Sulawesi Barat, Senin (01/06). Di hadapan para peserta upacara, Suhardi Duka menegaskan, hari lahir Pancasila merupakan momentum penting untuk memperkuat komitmen seluruh elemen bangsa dalam mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Di mana ideologi ini tidak hanya menjadi pandangan hidup. Tapi harus menjadi darah, menjadi semangat dari seluruh lapisan masyarakat Indonesia,” terang Suhardi Duka.
Di tengah masifnya perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), algoritma media sosial, dan internet yang mengubah seluruh sendi kehidupan, nilai-nilai Pancasila kian mendesak untuk dijadikan sebagai penyaring utama demi membentengi jati diri bangsa. Bagi Suhardi Duka, fenomena polarisasi digital, maraknya penyebaran berita bohong (hoax), individualisme, hingga penipuan berbasis siber yang terus mengancam keharmonisan sosial kini menjadi tantangan nyata yang harus dihadapi dengan ketahanan ideologi yang kokoh.
Kemudahan yang ditawarkan oleh arus digitalisasi ikut membawa risiko besar berupa lunturnya moralitas jika tidak diimbangi dengan fondasi karakter kuat. Kata Suhardi Duka, efek negatig dari perkembangan teknologi itu dapat diminimalisir apabila nilai-nilai Pancasila dapat dihayati dan diterapkan dalam setiap aspek kehidupan. Termasuk dalam penyusunan kebijakan publik.
“Tadi Kepala Badan Ideologi Pancasila mengingatkan kita bahwa disrupsi teknologi harus tetap dijaga. Semua faktor-faktor negatifnya bisa kita elakkan bila kita betul-betul bisa menjiwai dan menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai dasar dalam kebijakan publik,” terang dia.
Pesan tersebut, sambung Suhardi Duka, sangat relevan dengan kondisi saat ini. Ia meminta agar poin-poin itu dapat menjadi tanggung jawab bersama oleh seluruh penyelenggara negara untuk diimplementasikan.
“Saya kira itu sangat benar. Kita semua, seluruh menteri dan kepala daerah, akan melaksanakan itu,” demikian Suhardi Duka.
Upacara peringatan hari lahir Pancasila tahun 2026 di Sulawesi Barat diikuti oleh unsur Forkopimda, TNI-Polri, aparatur sipil negara, serta berbagai elemen masyarakat sebagai bentuk penghormatan terhadap ideologi negara yang menjadi pemersatu bangsa Indonesia. (*/Naf)









