Pemberian Beasiswa; Ikhtiar Pemerintah Meminimalisir Kesenjangan Sosial
MAMUJU--Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat telah membuka masa pendaftaran untuk program beasiswa tahun 2026. Masa pendaftaran untuk salah satu program unggulan gubernur Suhardi Duka dan wakil gubernur Salim S Mengga itu mulai dari 1 Maret 2026 hingga 30 April 2026.
Seluruh proses pemdaftaran tidak dipungut biaya alias gratis dan hanya melalui laman website beasiswa.sulbarprov.go.id.
Kepada WACANA.Info, Wakil Ketua DPRD Sulawesi Barat, Suraidah Suhardi mengapresiasi program beasiswa yang kini telah memasuki tahun kedua itu. Apalagi, dalam pelaksanaannya, pemerintah provinsi Sulawesi Barat memberi mayoritas pada masyarakat yang miskin dan miskin ekstrem.
Menurutnya, pemberian beasiswa bagi masyarakat tidak mampu dapat memberikan manfaat berupa jaminan keberlanjutan pendidikan, pengentasan kemiskinan, dan peningkatan taraf hidup. Ini membuka akses pendidikan tinggi, mengurangi kesenjangan sosial, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) agar lebih berdaya saing.
"Program ini juga jadi jaminan untuk memastikan anak dari keluarga tidak mampu tetap bisa melanjutkan studi ke tingkat lebih tinggi tanpa terkendala biaya," tutur Suraidah, Selasa (03/03) malam.
(Infografis/Pemprov Sulbar)
Pemberian beasiswa, sambung ketua KWARDA Sulawesi Barat itu, juga jadi upaya pemerintah dalam mengurangi kesenjangan sosial dan ekonomi. Memutuskan mata rantai kemiskinan dengan memberikan kesempatan mendapatkan pekerjaan yang lebih baik di masa depan.
"Ini juga jadi salah satu trigger, mendorong penerima beasiswa untuk lebih giat belajar dan berinovasi," kata dia.
Suraidah juga mengapresiasi mekanisme seleksi untuk program beasiswa. Dengan hanya mengunjungi laman resmi yang telah disediakan, masyarakat tak perlu lagi menghabiskan banyak energi untuk datang langsung ke instansi terkait.
"Program ini bisa memudahkan masyarakat untuk tidak mesti lagi datang ke kantor secara langsung. Cukup dengan mengisi aplikasi yang tersedia, semua sudah sangat dimudahkan. Semoga ada banyak anak-anak Sulbar yang memanfaatkan program beasiswa ini," demikian Suraidah Suhardi.
Memutus Mata Rantai Kemiskinan Antargenerasi
Program beasiswa bagi putra putri Sulawesi Barat dinilai sebagai salah satu ikhtiar paling strategis pemerintah provinsi dalam membangun masa depan daerah melalui penguatan sumber daya manusia. Akademisi STAIN Majene, Prof. Dr. H. Anwar Sadat mengatakan, program beasiswa bukan sekadar bantuan biaya kuliah, tetapi sebuah investasi peradaban, agar anak-anak Sulawesi Barat di jenjang diploma hingga doktoral memiliki kesempatan yang adil untuk belajar, berprestasi, dan kembali mengabdi bagi tanah kelahirannya.
Prof. Dr. H. Anwar Sadat. (Foto/Istimewa)
Dalam keterangannya, ia menguraikan, penajaman sasaran kepada mahasiswa dari keluarga kurang mampu juga patut untuk diapresiasi. Ia sebagai wujud nyata keberpihakan negara kepada mereka yang selama ini paling berjarak dari akses pendidikan tinggi.
"Dengan skema khusus bagi keluarga prasejahtera, pemerintah sedang berupaya memutus mata rantai kemiskinan antargenerasi dan membuka mobilitas sosial bagi putra putri terbaik Sulbar yang mungkin cemerlang secara kapasitas, tetapi terbatas secara ekonomi," tutur Prof. Dr. H. Anwar Sadat.
Program beasiswa, sambung guru besar bidang ilmu sosiologi hukum islam itu, wajib dikelola secara transparan, akuntabel, dan inklusif, dengan sosialisasi yang merata hingga ke desa-desa. Termasuk menyiapkan sistem pendampingan pendaftaran bagi calon penerima.
"Harapan kita bersama, para penerima beasiswa tidak hanya menjadi sarjana yang sukses secara individu, tetapi juga tumbuh sebagai pemimpin muda yang berintegritas, yang suatu hari kembali pulang untuk mengajar, memimpin, dan membangun Sulawesi Barat yang lebih maju dan bermartabat," pungkas Prof. Dr. H. Anwar Sadat. (*/Naf)









