Pemerintahan

Pendaftaran Dimulai, Program Beasiswa Ditarget Sentuh 890 Penerima Bantuan

Wacana.info
Gubernur Suhardi Duka saat Menyerahkan Beasiswa Penerima Manfaat di Mamuju di Tahun 2025 yang Lalu. (Foto/Dinas KominfoSS Sulbar)

MAMUJU--Pemerintah provinsi Sulawesi Barat membuka masa pendaftaran program beasiswa tahun 2026. Merujuk ke data yang diperoleh dari Biro Pemerintahan dan kesejahteraan Rakyat, Setda Provinsi Sulawesi Barat, untuk tahun 2026 ini, sebanyak 890 beasiswa bagi putra putri Sulawesi Barat yang menjadi targetnya.

Jumlah 890 itu terdiri dari empat jenis beasiswa yang tersedia, masing-masing; beasiswa tidak mampu, beasiswa prestasi akademik, beasiswa prestrasi non akademik, dan beasiswa kepemimpinan muda. 

Kepala Biro Pemerintahan dan kesejahteraan Rakyat, Setda Provinsi Sulawesi Barat, Murdanil mengungkapkan, pemerintah daerah mengalokasikan anggaran untuk program beasiswa di tahun 2026 ini senilai Rp 7 Miliar lebih.

"Awalnya di dalam perencanaan kita, untuk program beasiswa ini kita anggarkan senilai Rp 15 Miliar. Tapi karena adanya kebijakan efisiensi, ada sekian banyak dana transfer yang dikembalikan ke pusat," tutur Murdanil dalam keterangannya kepada WACANA.Info, Senin (02/03) petang.

Masa pendaftaran program beasiswa pemerintah Provinsi Sulawesi Barat mulai dibuka dari 1 Maret 2026 hingga 30 April 2026. Seluruh proses pemdaftaran tidak dipungut biaya alias gratis dan hanya melalui laman website beasiswa.sulbarprov.go.id.

Setidaknya, ada empat poin ketentuan umum bagi para calon penerima beasiswa. Pertama, masyarakat Sulawesi Barat yang dibuktikan dengan KTP, akreditasi program studi dengan predikat paling rendah C atau bauk untuk pendidikan tinggi dalam daerah provinsi Sulawesi Barat; akreditasi program studi paling rendah B atau baik sekali untuk pendidikan tinggi di luar provinsi Sulawesi Barat.

Tidak sedang menerima beasiswa lainnya juga jadi poin ketentuan lainnya, serta maksimal sedang menempuh semester delapan untuk jenjang sarjana; semester empat untuk jenjang magister dan semenster enam untuk jenjang doktor.

(Infografis/Pemprov Sulbar)

"Sesuai arahan pak gubernur, beliau menginginkan agar program ini lebih banyak menjangkau mahasiswa yang tidak mampu. Bagi itu yang mendaftar secara mandiri, maupun lewat jalur afirmasi, lewat perjanjian kerja sama yang telah kita lakukan dengan sejumlah perguruan tinggi di Sulbar," terang Murdanil.

Ditegaskan Murdanil, beasiswa umum melalui sistem aplikasi akan digulirkan secara terbuka, akuntabel serta transparan. Beasiswa umum, kata Murdanil, jadi salah satu beasiswa yang paling banyak memberi manfaat dengan jangkauan paling luas.

"Karena dikelola melalui sistem sehingga seluruh putra putri di Sulbar bisa mendaftar dari mana saja. Salah satu penerima beasiswa tahun lalu itu kini sedang berkuliah di luar negeri," Murdanil menutup.

Sinkron dengan PASTIPADU

Penyaluran beasiswa yang diinisiasi pemerintah Provinsi Sulawesi Barat itu jadi salah satu program prioritas Gubernur Suhardi Duka dan Wakil Gubernur Salim S Mengga. Untuk efektifnya pelaksanaan program tersebut, di tahun 2026 ini, pelaksanaannya bakal disinkronkan dengan program unggulan lainnya; Pencegahan dan Penanganan Stunting dan Kemiskinan Ekstrem Terpadu (PASTIPADU).

Rapat Tim PASTIPADU. (Foto/Istimewa)

Rahyati Rauf dari tim PASTIPADU menjelaskan, program beasiswa yang digulirkan pemerintah provinsi Sulawesi Barat itu juga akan disinkronkan dengan data PASTIPADU di 72 desa lokus PASTIPADU se-Sulawesi Barat. Kata dia, masyarakat miskin dan miskin eksterm yang ada di lokus program tersebut bakal didorong untuk terakomodir dalam program beasiswa.

"Data masyarakat miskin dan miskin eksterm di desa lokus program ini, yang sedang menjalani perkuliahan akan kita sinkronkan dengan data program beasiswa. Itu yang akan kita dorong," tutur Rahyati Rauf.

Menurut dia, data masyarakat miskin dan miskin ekstrem yang ada di lokus PASTIPADU tetap akan mengukuti proses pendaftaran sesuai regulasi yang telah ditetapkan oleh pemerintah provinsi Sulawesi Barat. Ia optimis, program beasiswa dapat jadi solusi jitu dalam meretas persoalan dalam upaya meningkatkan kualitas SDM di provinsi ke-33 ini.

"Kami berharap, program beasiswa ini dapat berjalan secara terus menerus. Setidaknya, bagi masyarakat miskin dan miskin ekstrem tak perlu khawatir lagi dalam hal biaya perkuliahan," tutup Rahyati Rauf. (*/Naf)