Advertorial

Antisipasi Efek Buruk Penggunaan Medsos, Satgaswil Densus 88 Sambangi DiskominfoSS

Wacana.info
(Foto/Dinas Kominfo, Persandian dan Statistik)

MAMUJU--Kekhawatiran terhadap perilaku anak dan remaja di ruang digital kembali mengemuka. Itu disampaikan Kasatgaswil Sulawesi Barat Densus 88 AT Polri, AKBP Soffan Ansyari saat berkunjung ke Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (DiskominfoSS) Sulawesi Barat, Kamis (12/02). 

AKBP Soffan Ansyari melakoni agenda kunjungan ke DiskominfoSS Sulawesi Barat untuk membahas fenomena penggunaan media sosial serta gim tak ramah anak.

Pada kesempatan itu, AKBP Soffan menyoroti kecenderungan anak-anak yang belum bijak dalam memanfaatkan media sosial. Arus informasi yang begitu deras, menurutnya, seringkali tidak diimbangi dengan kemampuan literasi digital yang memadai. 

Belum lagi paparan gim daring dengan konten yang tak sesuai usia, yang dikhawatirkan memengaruhi pola pikir dan perilaku generasi muda.

Ia mengingatkan bahwa pengawasan tidak bisa hanya dibebankan pada orang tua. Perlu keterlibatan banyak pihak, termasuk pemerintah daerah dan lembaga pendidikan, agar ruang digital menjadi lebih aman dan sehat bagi anak-anak. Edukasi serta pendampingan dinilai menjadi kunci mencegah dampak negatif yang lebih luas.

Sementara itu, Kepala DiskominfoSS Sulawesi Barat, Muhammad Ridwan Djafar mengapresiasi inisiatif Satgaswil Sulawesi Barat Densus 88 tersebut. Menurutnya, misi Densus 88 sejalan dengan prioritas di DiskominfoSS Sulawesi Barat dalam meningkatkan literasi digital terhadap masyarakat sebagai upaya mendukung panca daya Gubernur Suhardi Duka.

Ridwan pun menegaskan komitmennya untuk saling memperkuat kolaborasi dalam membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya literasi digital. 

“Kami mendukung penuh langkah ini dan siap berkolaborasi agar edukasi digital bisa menjangkau masyarakat lebih luas,” ujar dia.

Sebagai bagian dari upaya itu, DiskominfoSS Sulawesi Barat melalui  program Sekolah Internet Komunitas Informasi Masyarakat (Senter KIM) menyasar seluruh elemen masyarakat, termasuk pelajar, dengan pendekatan literasi digital, penyaringan informasi, serta kampanye penggunaan media sosial secara sehat dan bertanggung jawab. 

Kolaborasi ini diharapkan menjadi langkah konkret menciptakan ruang digital yang aman bagi generasi muda Sulawesi Barat. (*/Naf)