Advertorial

Tak Ingin Langgar Sumpah Jabatan, Syamsul Jaga Komunikasi dengan Masyarakat

Wacana.info
Syamsul Samad. (Foto/Istimewa)

POLMAN--Desa Gattungan, Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polman jadi salah satu titik pelaksanaan agenda reses anggota DPRD Sulawesi Barat, Syamsul Samad. Di sana, di hadapan sejumlah masyarakat, Syamsul banyak mendengar keluhan serta aspirasi langsung dari masyarakat.

Sejumlah persoalan disampaikan masyarakat. Dari kebutuhan perbaikan infrastruktur jalan hingga penyelesaian pembangunan rumah ibadah.

Kata Syamsul, saat ini daerah mengalami dampak kebijakan pemotongan anggaran dari pemerintah pusat. Termasuk di dalamnya anggaran yang bersentuhan langsung dengan pembangunan rumah ibadah.

Meski begitu, Syamsul berharap di tahun anggaran 2027 mendatang, alokasi anggaran untuk rumah ibadah kembali tersedia sehingga aspirasi masyarakat dapat ditindaklanjuti secara konkret.

“Untuk rumah ibadah, kita berharap 2027 sudah ada anggarannya. Kemudian untuk jalan, nanti saya juga bantu koordinasi untuk melihat di mana letak persoalannya,” beber Syamsul Samad.

Syamsul Samad pun menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan aspirasi masyarakat sebagai bentuk tanggung jawab moral dan politik terhadap amanah yang telah diberikan kepadanya.

“Kalau saya tidak berjuang untuk aspirasi masyarakat, berarti saya melanggar sumpah dan berarti saya makan gaji buta. Itu yang mendasari saya untuk terus aktif berkomunikasi dengan masyarakat, dan hari ini saya datang langsung ke Desa Gattungan,” Syamsul Samad menegaskan.

Lewat agenda reses, Syamsul Samad yang ketua Komisi I DPRD Sulawesi Barat itu berharap agar komunikasi antara wakil rakyat dan masyarakat dapat terus terjalin dengan baik. Dengan begitu, kebijakan dan program pembangunan yang diperjuangkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan warga di lapangan. (*/Naf)