Mewaspadai Game Online, Media Sosial serta Ruang Digital
POLMAN--Upaya bahaya paham Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET) kepada generasi muda terus digalakkan oleh Satgaswil Sulawesi Barat Densus 88 Anti Teror Mabes Polri. Selasa (9/12), sejumlah siswa siswi di SMPN 4 Tinambung, Polman menghadiri program pencegahan paham IRET yang diinisiasi Satgaswil Sulawesi Barat Densus 88 Anti Teror Mabes Polri.
Ratusan peserta yang terdiri dari anggota Pramuka, PMR, pengurus OSIS, serta perwakilan dari masing-masing kelas menghadiri sekaligus mengikuti sejumlah materi dalam agenda tersebut.
Satgaswil Sulawesi Barat Densus 88 Anti Teror Mabes Polri, Kompol Soffan Anshari SH menjelaskan, edukasi hari itu menitikberatkan pada bahaya pengaruh media sosial yang kini begitu masif.
Selain itu, adalah hal yang penting untuk membangun ketahanan ideologi sejak dini juga jadi fokus utamanya.
"Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Densus 88 untuk menjaga generasi muda dari ancaman ideologi radikal. Sekaligus meningkatkan pemahaman siswa tentang bahaya paham IRET yang dapat menyusup melalui game online, media sosial, serta pergaulan digital," terang Kompol Soffan Anshari SH.
Bersih, S.Pd, kepala sekolah SMPN 4 Tinambung mengapresiasi pelaksanaan sosialisasi tersebut. Baginya, paham IRET memang sudah seharusnya dicegah sejak dini. Terlebih di tengah arus perkembangan teknologi yang kian cepat.
"Kami berharap, para siswa dapat mendengarkan dengan baik isi materi yang disampaikan. Selanjutnya dapat menyebarkan informasi yang telah diperoleh kepada rekan siswa baik yang ada di sekolah maupun keluarga yang ada di rumah agar dapat bersama-sama mengamalkan pesan pesan yang disampaikan dalam kehidupan begitu kata Bersih, S.pd. (ADV)









