Humaniora

Warga Masih Padati 'Rumah Jonga', Ahmad Multazam: Perkuat Persatuan, Junjung Tinggi Kebersamaan

Wacana.info
Open House di Keduaman Wakil Gubernur Sulbar di Polman. (Foto/Komindo Persandian dan Statistik Sulbar)

POLMAN--Wakil Gubernur Sulawesi Barat, Salim S Mengga masih dalam agenda open house pasca hari raya Idul Fitri tahun 2025. Memasuki hari kedua open house Salim S Mengga, sejumlah warga tampak masih memadati kediaman purnawirawan jenderal angkatan darat itu, 'rumah jonga', Takatidung, Polewali Mandar, Jumat (4/04), 

Salim S Mengga yang didampingi istri, Ny. Fatmawati Salim Mengga tampak antusias menerima kehadiran warga yang datang secara bergantian. Sejak siang hingga malam hari.

Silaturrahmi, saling maaf memaafkan di selingi obrolan ringan jadi pemandangan yang begitu hangat. Tentu saja lengkap dengan aneka hidangan yang disiapkan.

"Momen open house ini penting untuk mempererat kebersamaan. Semoga hubungan silaturahmi semakin kuat antara pemerintah dan masyarakat," ujar Salim S Mengga.

Nun jauh di Kecamatan Kalukku, Mamuju, masih dalam nuansa Idul Fitri, kediaman Plt Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Sulawesi Barat, Sunusi menerima kunjungan istimewa dari KM. Ahmad Multazam.

Kiai kharismatik yang juga cucu dari ulama besar Syekh Muhammad Tahir (Imam Lapeo) itu berksempatan berkunjung ke kediaman Sunusi di Dusun Galung, Desa Kalukku Barat, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju.

Pada kesempatan itu, Ahmad Multazam menguraikan pentingnya menjaga persatuan, moderasi beragama, serta peran ulama dalam membimbing umat menuju kebaikan. Ia memberi penekanan khusus pada sinergi antara ulama dan pemerintah yang merupakan kunci dalam menjaga stabilitas serta harmoni sosial di tengah masyarakat.

(Foto Kesbangpol Sulbar)

“Kita harus senantiasa memperkuat persatuan dan menjunjung tinggi nilai-nilai kebersamaan, baik dalam kehidupan beragama maupun bernegara. Moderasi beragama menjadi jalan utama dalam menciptakan kedamaian dan kesejahteraan bagi seluruh lapisan masyarakat,” ujar Ahmad Multazam dalam tausiyahnya.

Ahmad Multazam menjelaskan, ulama memegang peran strategis dalam memberikan bimbingan moral dan spiritual. Di sisi lain, pemerintah bertugas mengayomi serta mengimplementasikan kebijakan yang berpihak kepada rakyat.

“Kehadiran ulama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara sangat penting. Nasihat dan bimbingan dari para ulama menjadi cahaya bagi pemerintah dalam menjalankan tugas-tugasnya. Kami di pemerintahan senantiasa berupaya membangun sinergi yang kuat dengan para ulama agar tercipta kesejahteraan dan kedamaian bagi masyarakat,” ujar Plt Kepala Badan Kesbangpol Sulawesi Barat, Sunusi.

Peran aktif ulama dalam membangun masyarakat yang berakhlak mulia sangat dibutuhkan. Kata Sunusi, hal itu penting untuk menjaga persatuan dan menghindarkan masyarakat dari perpecahan. 

“Semoga momen ini menjadi awal yang baik untuk semakin mempererat hubungan antara ulama, pemerintah, dan masyarakat,” demikian Sunusi. (*/Naf)