Demokrat Menuju Pilkada; Maksimalkan Hasil Pemilu, Intensifkan Komunikasi

MAMUJU--Tahapan Pilkada serentak tahun 2024 kini mulai digulirkan. Tak ingin kehilangan momentum, Partai Demokrat telah secara resmi mengumumkan nama-nama yang bakal didorong sebagai bakal calon bupati dan wakil bupati untuk empat Pilkada serentak di Provinsi Sulawesi Barat.
Surat tugas pun diberikan oleh DPP kepada lima nama untuk bersiap maju di Pilkada via kendaraan Demokrat. Lima nama, sebab khusus untuk Pilkada Kabupaten Majene, Partai Demokrat telah secara resmi memberi penugasan kepada bupati dan wakil bupati Ahmad Syukri dan Arismunandar untuk kembali bertarung, sepaket di Pilkada Majene.
Sementara untuk Pilkada Kabupaten Mateng, Mamuju dan Polman, Partai berlambang bintang mercy itu memberi mandat kepada satu nama untuk masing-masing kabupaten. Rinciannya; Arsal Aras untuk Pilkada Mateng, Sutinah Suhardi di Pilkada Mamuju, serta Syamsul Samad di Pilkada Polman.
"Langkah awal yang harus dipenuhi oleh para pemegang mandat ini adalah bagaimana agar supaya perolehan kursi Demokrat di Pemilu ini bisa maksimal. Ini penting dalam kaitannya pemenuhan syarat untuk mengusung pasangan calon kepala daerah di Pilkada mendatang," beber Ketua BPOKK, DPD Partai Demokrat Sulawesi Barat, Firman Argo Waskito dalam konfrensi pers yang digelar di sekretariat DPD Partai Demokrat Sulawesi Barat, Selasa (6/02).
Pasca terbitnya penugasan itu, DPD Partai Demokrat Sulawesi Barat sendiri bakal lebih intens lagi untuk bekerja sama dengan pengurus DPC di masing-masing kabupaten, hingga ke pengurus tingkat ranting. Sukri Umar mengatakan, nama-nama yang telah ditugaskan itu merupakan kader terbaik yang pada perjalannya sudah barang tentu telah melalui serangkaian penilaian dan evaluasi baik dari pengurus DPD maupun dari DPP Partai Demokrat.
"Kami tentu akan bekerja sama dengan semua pihak, utamanya dengan pengurus DPC di tiungkat kabupaten hingga ke ranting untuk memastikan bahwa konsolidasi maupun serangan darat, serangan udara itu akan bersinergi. Ini penting untuk memastikan bahwa kandidat yang kami usung ini keluar sebagai pemenang," ucap Sukri Umar, Ketua Bapilu, DPD Demokrat Sulawesi Barat.
Masih oleh Sukri, Demokrat tentu punya hitungan tersendiri sebelum secara resmi menugaskan nama-nama di atas. Khususnya untuk tiga kabupaten (Mateng, Mamuju dan Majene), Sutinah Suhardi sebagai incumbent jelas punya peluang yang cukup besar. Pun dengan peluang di Pilkada Mateng yang menurut Sukri sangat terbuka lebar.
"Beliau (Arsal Aras) selain sebagai ketua DPC Demokrat Mateng, juga sekaligus menjadi ketua DPRD. Kita tahu bahwa secara potensi itu sangat besar. Tinggal nanti kita akan menimbang khusus untuk Mateng siapa yang akan menjadi calon wakil. Tentu harus saling melengkapi dari hal-hal yang masih dianggap kurang," sambung Sukri.
Khusus untuk Majene, Demokrat konsisten untuk tetap mendorong duet Ahmad Syukri dan Arismunandar. Dengan segala modal politik yang ada, perjalan karir dua nama itu diyakini bakal berlanjut ke periode kedua.
"Di Polman, kami tentu berharap bahwa di periode ini kita bisa memenangkan sahabat saya, ada Pak Syamsul Samad di sana. Beliau sebagai kader utama itu akan kita coba tarungkan di sana. Komunikasi ke partai lain yang ada tentu akan menjadi prioritas kami untuk memastikan bahwa ada beberapa partai yang bergabung. Khusus iuntuk Polman ini tentu membutuhkan ada pasangan yang tepat. Kita akan cari konfigurasi yang cocok dan nanti akan kita pastikan bahwa setelah Pileg ini kita akan mulai berlari kencang untuk memastikan hal tersebut," pungkas Sukri Umar.
Tentang dengan siapa nama-nama di atas akan bertandem (kecuali Majene), Partai Demokrat memilih memberikan ruang kepada masing-masing nama untuk menentukan. Perihak kriteria, serta apa dan bagaimana bakal calon pendamping itu, Arsal Aras, Sutinah Suhardi serta Syamsul Samad dinilai paling memahami kondisi di masing-masing kabupaten.
"Urusan akan sepaket dengan siapa nantinya, kita serahkan ke masing-masing pemegang mandat. Karena yang paling tahu tentang Pilkada nantinya adalah mereka sendiri. Mereka yang akan bekerja sama. Tentu masing-masing pemegang mandatlah yang paling tahu siapa yang terbaik menurut mereka," Ketua DPC Partai Demokrat Mamuju menambahkan.
Untuk Pilkada Mamasa dan Kabupaten Pasangkayu, DPP Partai Demokrat belum mengelurkan penugasan apapun. Menurut Sekretarsi DPD Partai Demokrat Sulawesi Barat, Abdul Wahab Abdy, salah satu alasannya karena DPP sampai saat ini masih dalam proses penilaian dan evaluasi terhadap sejumlah nama yang dianggap punya potensi di dua kabupaten itu. (*/Naf)