Pemerintahan

Komitmen Prof Zudan Kawal Momentum Politik di Sulbar

Wacana.info
Pj Gubernur Sulbar, Prof Zudan Arif Fakrulloh Berfoto Bersama Ketua DPRD Sulbar, Suraidah Suhardi, Sekprov Sulbar, Muhammad Idris, serta sejumlah Anggota DPRD Sulbar dan Kepala OPD Pemprov Sulbar. (Foto/Instagram Suraidah Suhardi)

MAMUJU--Salah satu tugas utama yang diemban Prof Zudan Arif Fakrulloh sebagai Penjabat (Pj) Gubernur Sulawesi Barat adalah memastikan pelaksanaan Pemilu dan Pemilihan tahun 2024 berjalan secara ideal. Sesuatu yang memang telah menjadi komitmen Prof Zudan untuk merealisasikannya.

Hal itu disampaikan Ketua DPRD Sulawesi Barat, Suraidah Suhardi. Dalam sebuah agenda makan siang bersama, Suraidah mengaku mendengar langsung komitmen itu dari mulut Prof Zudan Arif Fakrulloh sendiri.

"Salah satu poin yang disampaikan Pak Pj tadi itu adalah komitmennya untuk mengawal proses politik di Sulbar. Tahun depan kan ada Pemilu dan Pilkada. Sehingga kita bersama akan mencoiba untuk menetralkan situasi politik," ujar Suraidah kepada WACANA.Info, Jumat (12/05).

Prof Zudan Arif Fakrulloh sendiri resmi menduduki jabatan Pj Gubernur Sulawesi Barat menggantikan Akmal Malik yang telah menuntaskan setahun masa jabatannya sebagai Pj Gubernur di provinsi ke-33 ini. Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian memimpin jalannya proses pelantikan yang digelar di gedung Kementerian Dalam Negeri, Jumat (12/05) pagi.

"Beliau ke Mamuju mungkin minggu depan, di tanggal dua puluh-an. Beliau masih harus menuntaskan sejumlah ada agenda di sini (Jakarta). Termasuk agenda Musrembang," begitu kata Suraidah Suhardi.

Diminta untuk Sering Blusukan

Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian meminta Pj kepala daerah untuk sering-sering turun ke bawah atau sering melakukan blusukan agar dapat memahami setiap permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat. 

"Jadi rajin-rajin turun ke bawah ke semua lini masyarakat. Baik ormas, tokoh-tokoh yang berpengaruh, termasuk juga masyarakat umum. Harus rajin turun, dan tolong saya minta jaga hubungan yang harmonis dengan Forkopimda, baik dari Polri/TNI, Kejaksaan, Pengadilan dan semua, yang formal maupun informal, bangun hubungan ini, DPRD-nya juga,” kata Tito Karnavian seperti dikutip dari kemendagri.go.id.

Mendagri mengungkapkan, kunci menjadi pemimpin yang kuat menurutnya tidak hanya mendapat dukungan dari atas, tapi juga adanya staf pendukung (supporting staff) yang solid dan berpijak pada akar rumput (grassroot). Mereka harus dirangkul untuk menciptakan hubungan yang harmonis.

“Kepala daerah itu kuncinya adalah penguasaan teritorial, ditambah lagi dia mampu merangkul semua titik-titik penting yang berpengaruh di masyarakat maka itu akan aman, akan lancar,” sambung mantan Kapolri itu.

Dalam kesempatan itu, Mendagri juga mendorong Pj. kepala daerah dan Pj. Ketua TP PKK agar memiliki political will dalam rangka menyejahterakan masyarakat. Selain itu juga saling bermitra untuk membuat program-program yang riil dan berdampak kepada masyarakat.

“Isi programnya harus paralel dengan situasi yang ada dan juga dengan programnya daerah,” tutup Tito Karnavian.

Untuk informasi, selain melantik Prof Zudan Arif Fakrulloh sebagai Pj Gubernur Sulawesi Barat, Tito Karnavian juga secara resmi melantik Pj Gubernur Gorontalo yang diamanatkan kepada Ismail Pakaya. (*/Naf)