Rencana Aksi Daerah Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial, Sulbar Rangking Lima
MAMUJU--Provinsi Sulawesi Barat berhasil menorehkan prestasi di kancah nasional. Hasil evaluasi atas laporan rencana aksi daerah tim terpadu penanganan konflik sosial di periode pelaporan target B08 tahun 2022, Sulawesi Barat sukses menembus jajaran lima besar; peringkat kelima.
Rapat evaluasinya sendiri telah digelar pada 29 September 2022 yang lalu di Hotel Millenium, Jakarta. Provinsi Sulawesi Barat masih tertinggal dari D.I Yogyakarta, Riau, Aceh, dan Provinsi Jawa Timur. Sebuah prestasi yang menurut Herdin Ismail, patut untuk disyukuri.
"Tentunya kita semua harus bersyukur untuk capaian tersebut. Sebuah prestasi yang lahir berkat kerja sama seluruh stakeholder. Semuanya tak lepas dari atensi pimpinan, serta sinergi dan kolaborasi kawan-kawan yang tergabung dalam tim terpadu pengangan konflik aosial tingkat Provinsi Sulawesi Barat," ujar Herdin Ismali, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sulawesi Barat, Sabtu (1/10).
Sekadar informasi yang dimaksud dengan periode pelaporan B.08 itu adalah target pelaporan di rentang waktu bulan Januari, Februari, Maret, April, Mei, Juni, Juli dan Agustus tahun 2022. Di periode B.12 (Aguastus-Desember) tahun 2021, Provinsi Sulawesi Barat masih bertengger di peringkat 12.
(Sumber Data/Badan Kesbangpol Sulbar)
Herdin berharap, hasil yang telah diraih tersebut bisa ditingkatkan di periode pelaporan berikutnya. Bukan perkara mudah memang, tapi dengan sinergitas serta kolaborasi diantara stakeholder, Herdin optimis Sulawesi Barat mampu berada di rangking yang lebih baik lagi.
"Hal yang perlu dilakukan dalam mempertahankan atau meningkatkan posisi dan peringkat kita diantaranya; tetap berperan aktif dalam mengirimkan laporan peristiwa dan potensi konflik yang ada, meningkatkan efektifitas keterpaduan dan sinergitas bersama dalam mengantisipasi kerawanan konflik di daerah, serta menurut saya stakeholder dan tim terpadu dapat untuk dapat memberikan data peristiwa dan potensi konflik untuk dapat dilaporkan ke dalam sistem informasi penanganan konflik sosial," begitu kata Herdin Ismail.
Terpisah, Kabid Kewaspadaan Nasional, Badan Kesbangpol Sulawesi Barat, Audy Murfi Syarifuddin menambahkan, prestasi yang diraih di atas merupakan bukti adanya kesamaan persepsi di antara seluruh stakeholder terkait apa dan bagaimana penanganan konflik sosial itu. Ia pun mendorong partisipasi aktif dari masyarakat utamanya dalam memelihara keamanan dan ketentraman demi terciptanya stabilitas nasional dan daerah.
Kabid Kewaspadaan Nasional, Badan Kesbangpol Sulawesi Barat, Audy Murfi Syarifuddin. (Foto/Manaf Harmay)
"Rangking lima itu harus sama-sama kita jadikan sebagai pelecut semangat untuk bisa berbuat lebih baik lagi di masa mendatang. Selain karena adanya persepsi yang sama di antara tim terpadu penanganan konflik sosial di Sulbar, peran masyarakat jadi jadi hal yang penting untuk terus digenjot. Semua demi terjaganya kondusivitas daerah yang kita cintai ini," sumbang Audy Murfi Syarifuddin. (ADV)









