Suraidah Daftar jadi Bacaleg Demokrat

Demokrat Buka Pendaftaran Bacaleg

Wacana.info
Suraida Suhardi bersama Zulfikar Suhardi saat Mendaftar di Sekretariat DPD Demokrat Sulbar. (Foto/Istimewa)

MAMUJU--Partai Demokrat resmi membuka masa pendaftaran Bacaleg untuk Pemilu tahun 2024 nanti. Sebuah mekanisme yang diberlakukan di level kepengurusan baik DPP, DPD dan DPC. 

Sekretaris DPD Partai Demokrat Sulawesi Barat Abdul Wahab Abdy mengatakan, mekanisme pendaftaran Bacaleg di partai berlambang bintang mercy itu tetap tunduk pada peraturan organisasi serta petunjuk pelaksanaan yang diterbitkan oleh DPP Partai Demokrat.

"Siapapun dia yang berniat untuk jadi Bacaleg Partai Demokrat di Pemilu tahun 2024 nanti, silahkan mendaftarkan diri baik di Sekretariat DPD provinsi, maupun di sekretarian DPC Demokrat di masing-masing kabupaten," ungkap Abdul Wahab Abdy.

Menurut Wahab, Partai Demokrat tetap akan memberi prioritas kepada calon incumbent untuk jadi pengisi daftar Bacaleg di masing-masing tingkatan. Meski begitu, pihaknya pun tetap membuka pintu yang seluas-luasnya bagi siapapun yang punya potensi untuk menjadi Bacaleg dari Demokrat.

Setidaknya, hal tersebut telah tertuang jelas dalam penetapan kriteria Bacaleg Partai Demokrat. Diantaranya; pengurus DPP atau DPD atau DPC Partai Demokrat sesuai dengan kapasitas, kapabilitas. Termasuk Keaktifan kepengurusan dan ketokohan di masyarakat dari daerah pemilihan yang akan dipilih/ditentukan

Sekretariat DPC Demokrat Mamasa (Foto/Istimewa)

Lalu kader Partai Demokrat yang memiliki kapasitas, kapabilitas, dan ketokohan di masyarakat dari daerah pemilihan yang akan dipilih/ditentukan. Termasuk pengurus dan kader organisasi sayap Partai Demokrat sesuai dengan kapasitas, kapabilitas, keaktifan kepengurusan dan ketokohan di masyarakat dari daerah pemilihan yang akan dipilih/ditentukan.

"Mantan kepala daerah dan atau wakil kepala daerah yang memiliki elektabilitas tinggi. Tokoh masyarakat, pengusaha, tokoh agama, tokoh adat, cendekiawan, tokoh pemuda, tokoh perempuan, tokoh LSM, mantan birokrat sipil atau TNI-Polri yang sejalan dengan visi, misi dan garis perjuangan Partai Demokrat," ujar Abdul Wahab Abdy.

(Foto/Istimewa)

Berbicara Sulawesi Barat, Partai Demokrat jelas mematok target tinggi. Mempertahankan prestasi sebagai pemenang Pemilu di Sulawesi Barat jadi tujuan utama Demokrat di Pemilu tahun 2024 nanti.

"Meningkatkan atau setidaknya mempertahankan kursi DPR RI, tetap jadi Ketua DPRD di Sulawesi Barat, serta jadi pemilik salah satu unsur pimpinan di masing-masing DPRD kabupaten. Saya kira itu target kita," tutup Abdul Wahab Abdy

Suraidah Daftar Bacaleg Demokrat

Tahap pendaftaran bakal calon legislatif (caleg) Partai Demokrat telah dibuka sejak Senin (26/09). Sejumlah kader yang minat jadi Caleg partai yang kini diketuai Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) itu pun berangsur-angsur mendaftar. Termasuk Ketua DPC Demokrat Mamuju, Suraidah Suhardi; politisi yang kini masih tercatat sebagai Ketua DPRD Sulawesi Barat.
 
Suraidah mendaftarkan dirinya di sekretariat DPD Demokrat Sulawesi Barat, Jumat (30/09) siang. Ia tak sendiri, dirinya didampingi oleh Zulfikar Suhardi yang tak lain adalah adik kandungnya sendiri.
 
Suraidah meneguhkan dirinya kembali sebagai Bacaleg Partai Demokrat untuk DPRD Sulawesi Barat pada Pemilu tahun 2024 mendatang. Di tempat sama, Zulfikar Suhardi mencoba peruntungannya dengan mendaftar jadi Bacaleg Demokrat untuk kursi DPR RI.

Ketua DPC Demokrat Mamuju yang Juga Ketua DPRD Sulbar, Suraidah Suhardi. (Foto/Istimewa)
 
Suraidah kepada sejumlah media menuturkan, kali ini dirinya tak hanya untuk mengikuti jadwal yang ditetapkan oleh DPD Demokrat Sulbar. Tetapi juga untuk memastikan kepada publik bahwa dirinya siap kembali mengabdi pada periode berikutnya di DPRD Sulawesi Barat.
 
"Jalur pengabdian saya untuk rakyat melalui jalur politik. Jadi saya mesti melalui prosedurnya dengan memulainya dari mendaftar jadi Bacaleg dulu," kata Suraidah dikutip dari rilis media yang diterima WACANA.Info.
 
Politisi cantik yang telah memasuki periode ketiganya di DPRD itu menyerahkan sepenuhnya pada kehendak rakyat atas pilihan politiknya kelak. "Kalau mereka masih percaya pada saya, kecenderungan dan peluang untuk saya tentu terbuka lebar. Tetapi jika tidak tentu akan berbeda situasinya," sambungnya.
 
Kendati telah mendaftar kembali, bukan berarti dirinya memaksakan kehendak rakyat agar tetap memilihnya. Apalagi jika harus menempuh upaya-upaya yang tek dibenarkan oleh tata aturan Pemilu.
 
"Tadi ini saya telah menempuh satu tahap upaya prosedural untuk dapat dipilih pada Pemilu nanti. Kemudian secara bertahap akan bergulir pada tahap yang lain. Semua tentu akan saya lewati. Tetapi bukan berarti setelah semua dilewati tahapannya menjadi Caleg, saya akan memaksakan kehendak rakyat dengan cara-cara yang tak benar. Sebab demokrasi kita bukan hanya diharapkan sampai pada tahap yang prosedural. Tetapi kita menanti dari Pemilu ke Pemilu apa yang menjadi harapan substansial juga tercapai," urai Suraidah.
 
Suraidah optimis arah demokrasi pada tiap Pemilu akan mengalami perkembangan, meski juga akan tetap mendapat ujian yang tak sedikit. 

"Memang kita tidak dapat melihat perkembangannya secara signifikan. Tetapi perlahan ada perbaikan. Kita optimislah meski kita tentu mengakui di dalamnya tetap akan ada dinamika dan dialektika gagasan untuk memperbaiki kualitas Pemilu kita dari tahun ke tahun," simpul Suraidah Suhardi. (*/Naf)