Jenazah dan Fakta Tentang Maraknya Penjarahan di Palu
PALU-Sejumlah relawan di kota Palu, Sulawesi Tengah masih meyakini jenazah korban gempa dan tsunami yang terjadi Jumat pekan lalu belum sepenuhnya dievakuasi. Mereka yakin, jenazah sebagian masih tertimbun oleh puing bangunan.
Fakta tersebut terbukti setelah kembali ditemukannya jenazah di samping kantor Partai Perindo Sulawesi Tengah. Jenazah laki-laki tanpa identitas itu telah membusuk di balik puing-puing reruntuhan bangunan.
Tak jauh dari lokasi yang sama, jenazah juga ditemukan dalam kondisi terbakar tertimpa travo tiang listrik.
Belum lagi di belakang ruko Taman Ria Jalan Diponegoro, Palu, jenazah wanita ditemukan dalam posisi terhimpit mobil Avanza.
Mirisnya, meski bau dari jenazah kian menyengat, masyarakat tak peduli.
Bahkan, ada yang terpantau hanya memanfaatkan kepiluan ini dengan melakukan penjarahan di sejumlah pertokoan yang telah ditinggal oleh pemiliknya.
"Sudah begitu sudah. Yang punya (toko) ditinggal. Habis itu semua, orang bebas jo ba ambil barang," ucap Yenni, salah seorang warga Jalan Diponegoro, kota Palu dengan dialeg khas Palu kepada WACANA.Info, Senin (1/10).
Pertokoan di sepanjang jalan Diponegoro kosong seketika. Sejumlah warga terpantau melintas dengan membawa hasil jarahannya. Dari ban, kursi, kasur gabus hingga sepeda dan alat-alat motor. Itu untuk jarahan non makanan.
Dalam kasus ini, tidak sedikit masyarakat yang menjarah pengendara yang melintas jika mengetahui mereka membawa bantuan. Itu terpaksa dilakukan pasca barang di sejumlah minimarket dan mall telah ludes dijarah.
"Sudah lapar biasanya. Begitulah kalau bantuan belum semuanya tersalurkan. Warga kan butuh makan," kunci Yenni. (Uci/A)









