‘Kita Tak Menginginkan Program Kerja Disusun Berdasarkan Selera OPD’

Wacana.info
Wakil Bupati Mamuju, Ado Mas ud saat Memberikan Pengantar Pada Konsultasi Publik Rancangan Awal RKPD. (Foto/Manaf Harmay)

MAMUJU--Wakil Bupati Mamuju, Ado Mas'ud memberi penegasan kepada para OPD agar menjadikan hasil riset dan penelitian sebagai dasar dalam menyusun program kerja. Tak boleh ada OPD yang merencanakan program hanya berdasarkan seleranya masing-masing.

Itu disampaikan Ado dalam pengantarnya di forum konsultasi publik rancangan awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) di Nal cafe Mamuju, Senin (1/03). Di hadapan para peserta konsultasi publik, Ado menegaskan, RKPD disusun untuk menjamin keterkaitan dan konsistensi antara perencanaan, penganggaran pelaksanaan, dan pengawasan.

"Yang muaranya adalah mendorong peningkatan perekonomian, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyatakat. Konsultasi publik rancangan awal RKPD adalah langkah awal bagi kita sebelum memastikan apa bekerja seperti apa. Termasuk memetakan ragam persoalan yang ada di dalamnya," papar Ado Mas'ud.

Masih oleh Ado, dalam perumusannya, RKPD ini hendaknya disusun secara obyektif, detail dan betul-betul berdasarkan pada apa yang sesungguhnya menjadi fakta di lapangan. 

"Supaya kita tidak berasumsi. Misalnya di sektor pertanian. Kita tidak menginginkan di OPD itu menyusunan program berdasarkan keinginan atau seleranya dia. Sehingga alokasi anggaran kita tidak bisa terukur. Misalnya kita kekurangan bibit, tapi yang dikerjakan itu pengadaan pupuk," politisi PDI Perjuangan ini menambahkan.

Perumusan RKPD pun mengharuskan keterlibatan pihak lain di dalamnya. Menurut Ado, semua lapisan masyarakat hendaknya berkontribusi, menyumbangkan pemikiran, ide dan gagasan untuk kemudian bisa menjadi bahan diskusi dalam perumusan RKPD.

"Pola kerja kita tisak hanya harus cepat, tapi juga harus kerja cerdas. Segala potensi yang ada di Mamuju ini harus dimaksimalkan. Termasuk memaksimalkan komunikasi antarlembaga. Pun dengan pelibatan akademisi, NGO, LSM, serta seluruh lapisan masyarakat sangat dibutuhkan," pungkas Ado Mas'ud. (Naf/B)