Argentina Pulangkan Swiss, Suhardi Duka Kecewa
MAMUJU--Halaman Kantor gubernur Sulawesi Barat mendadak ramai, Minggu (12/07). Nonton Bareng (Nobar) laga piala dunia antara Argentina melawan Swiss yang digelar di sana dipadati ratusan warga.
Timnas Argentina sukses menyudahi perlawanan Swiss. Di laga itu, La Albiceleste menundukkan Swiss dengan skor akhir 3-1, hasil yang jadi akhir pilu bagi perjalanan Granit Xhaka dan kawan-kawan di pentas Piala Dunia 2026.
Argetina, juara bertahan Piala Dunia dipaksa bekerja ekstra saat menghadapi Swiss. Nyatanya, tiket semi final Piala Dunia itu baru dapat diraih saat laga berlanjut ke extra time. Itu pun dengan kondisi Swiss yang mesti bermain dengan 10 orang pasca kartu kuning kedua yang diterima Breel Embolo sejak menit 72.
Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka mengapresiasi jalannya laga. Baginya, saling bentrok antara Argenita dan Swiss itu jadi panggung pertunjukan kualitas terbaik dari kedua kesebelasan.
"Karena memang kelas pemainnya kelas dunia," ucap Suhardi Duka usai menyaksikan laga tersebut.
Gubernur Suhardi Duka Saat Menyerahkan Doorprize Nobar. (Foto/KominfoSS)
Meski begitu, Bupati Mamuju dua periode itu tak kuasa menyembunyikan kekecewaannya ketika anak asuh Lionel Scaloni tak mampu kill the game. Bahkan dengan unggul jumlah pemain.
"Sedikit kecewa, karena walaupun Swiss bermain 10, tapi Argentina tidak bisa menyelesaikan dalam 90 menit. Nanti pertambahan waktu baru tambah 2 (gol). Namun demikian kualitas permainan sangat tinggi dan kita harus bisa mencontoh supaya bisa kita menjadi masuk ke Piala Dunia," ungkap Suhardi Duka.
Nobar di halaman kantor Gubernur Sulawesi Barat itu kian meriah saat doorprize dibagikan kepada penonton. Kata Suhardi Duka, pembagian doorprize merupakan upaya pemerintah daerah mengajak lebih banyak masyarakat dan pegawai untuk memeriahkan Nobar.
"Doorprizer itu adalah bagian dari para upaya kita untuk merangsang pegawai dan masyarakat yang menonton bersama-sama kita pada hari ini," tutup Suhardi Duka. (*/Naf)









