Pemerintahan

Lebih dari Sekadar Event, Seni dan Budaya Bisa Diekspresikan Dalam Bentuk Apapun

Wacana.info
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Barat, Muhammad Nehru Sagena. (Foto/Muhammad Taufik)

Laporan: Muhammad Taufik

TINAMBUNG--Dalam sepekan terakhir, UPTD Taman Budaya dan Museum, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Barat menggelar dua agenda workshop seni dan kebudayaan. Diawali dengan agenda bertemakan bahasa dan sastra, lalu ke kegiatan degan tema utama seni rupa dan kriya.

Kedua kegiatan tersebut mendudukkan sejumlah pamateri dengan kompetensi canggih di bidangnya masing-masing. Baik workshop bahasa dan sastrta, maupun workshop seni rupa dan kriya, sama-sama dipusatkan di taman budaya Buttu Cipping, Kecamatan Tinambung, Polman.

Sejumlah peserta dari latar belakang pelajar, guru bidang seni dan kebudayaan serta kalangan mahasiswa memadati kedua agenda tersebut. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Barat, Muhammad Nehru Sagena mengapresiasi pelaksanaan kegiatan itu.

"Tentu saja kegiatan ini sifatnya sangat positif yah. Dalam konteks bahwa kebudayaan memang harus terus dijaga, dirawat dengan segala bentuknya. Itu hanya bisa dicapai ketika usaha-usaha simultan seperti kegiatan ini terus kita lakukan," beber Muhammad Negru Sagena.

Ditemui usai menutup workshop seni rupa dan kriya, Nehru menilai, bermacam talenta seni dan budaya yang telah tersedia mesti diwariskan ke generasi selanjutnyua. Apapun bentuknya.

"Apakah budayanya itu berbentuk tari atau kriya. Ataua spapun itu, bagi saya kita harus mewariskannya ke generasi selanjutnya. Bukan hanya cerita, mewariskan itu bagaimana mereka bisa merasakan, mempraktekkan, menstimulasikan, sehingga dia bisa menjadi satu budaya dalam versi mereka," urainya, Senin (25/05).

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Barat, Muhammad Nehru Sagena saat Membuka Pameran Lukisan Di Taman Budaya Buttu Cipping. (Foto/Muhammad Taufik)

Nehru menambahkan, saat ini, DPRD Provinsi Sulawesi Barat sedang dalam tahap pembahasan Perda inisiatif tentang kebudayaan. Ia berharap, proses pembahasannya bisa melibatkan seluruh komponen kebudayaan.

"Tetang bagaimana budaya itu dijaga, dilestarikan, atau bagaimana ia bisa menjawab tantangan zaman. Itu coba di bahas dalam rancangan Perda. Itu akan jadi salah satu instrumen yang bisa kita gunakan untuk memastikan bagaimana budaya itu dikembangkan, dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan zaman," urai dia.

Poin penting yang juga dibeberkan Nehru adalah tentang bagaimana seni dan kebudayaan yang tak boleh hanya diartikan sebatas tampilan, event semata. Lebih dari itu, seni dan budaya adalah tentang bagaimana ia dilakonkan dalam kehidupan sehari-hari. 

"Bukan hanya kontkes dalam bentuk event saja. Tapi juga tentang aktivitas kita sehari-hari. Karena menurut saya, kalau kita mau mengkerdilkan definisi seni dan kebudayaan dalam arti event, Itu kadang-kadang kita akan terbentur pada aspek biaya atau aspek lainnya. Padahal seni dan budaya itu bisa diekpresikan dalam bentuk apa saja," begitu kata Muhammad Nehru Sagena. (*/Naf)