Musda-V Demokrat Sulbar

Eks Sekretaris Golkar, Hingga Mantan Anggota KPU, Mereka yang Memutuskan Berlabuh ke Demokrat

Wacana.info
Sejumlah Tokoh yang Bergabung ke Partai Demokrat. (Foto/Istimewa)

MAMUJU--Sejumlah nama beken di Sulawesi Barat dengan ragam latar memutskan bergabung dengan Partai Demokrat. Mereka pun tampak hadir pada agenda Musda ke-V DPD Demokrat Sulawesi Barat, Sabtu (23/05).

Beberapa nama beken itu berasal dari kalangan mantan birokrat, pengusaha, mantan pengurus partai lain, hingga pemuda. Beberapa tokoh yang bergabung di antaranya mantan Sekda Polman, Bebas Manggasali. Sosok yang di Pilkada lalu jadi salah sati penantang di Kabupaten Polman.

Ada juga nama Hamsah Sunuba. Selain sebagai mantan anggota DPRD Sulawesi Barat, Hamzah juga tercatat sebagai mantan sekretaris DPD Golkar Sulawesi Barat.

Selanjutnya ada Nurdin Pasokkori. Sosok dikenal punya pengalaman sebagai komisioner KPU Sulawesi Barat di dua periode lamanya. Begitu juga dengan Muhammad Yusri Nur. Sebelum gabung Demokrat, ia pernah menjadi Ketua Partai Nasdem Pasangkayu. Ia juga pernah menjabat anggota DPRD Sulbar.

Nama-nama lain yang turut bergabung ke partai ini yakni mantan pejebat eselon II di Pemprov Sulawesi Barat, Abdul Waris Bestari dan Aco Takdir. Selain itu bergabung juga sosok pengusaha, Fajar Bora. 

Berikutnya ada pula tokoh seperti Muhammad Dahlan Farhat, Zadrak To’tuan, Herman Kadir, dan beberapa sosok lain.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Demokrat Herman Khaeron mengapresiasi hal di atas. Begitu juga dengan sejumlah petinggi partai ini, seperti Ketua BPOKK, Wakil Sekjen, Wakil Bendahara Umum, Sekretaris I BPOKK, Sekretaris II BPOKK, Deputi Wilayah Sulawesi, Deputi Wilayah Sumatera I, beserta rombongan lainnya.

“Saya senang sekali. Artinya selama ini Demokrat betul-betul memberikan dampak positif terhadap rakyat dan masyarakat di Sulbar. Ciri sebuah partai digandrungi dan dirasakan kehadirannya adalah ketika banyak tokoh ingin turut serta di Partai Demokrat,” terang Herman Khaeron.

Sementara itu, Ketua DPD Partai Demokrat Sulawesi Barat, Suhardi Duka menilai, bergabungnya sejumlah tokoh ke 'bintang mercy' tidak lepas dari soliditas internal partai yang tetap terjaga.

“Yang pertama karena kedekatan saya dengan mereka. Yang kedua, mereka melihat Partai Demokrat ini low profile, terbuka, dan friendly. Kami tidak punya konflik-konflik. Dalam 15 tahun terakhir tidak ada konflik di Demokrat, dan itu yang mereka suka,” ungkap Suhardi Duka.

Ia menambahkan, budaya menjaga persatuan dan menghindari konflik menjadi salah satu kekuatan Partai Demokrat dalam menarik simpati masyarakat maupun tokoh-tokoh daerah.

Kepincut Kepemimpinan di Demokrat Sulbar

Kepada WACANA.Info, Hamzah Sunuba membeberkan alasan utamanya hingga memutuskan bergabung ke Partai Demokrat. Ia mengaku, belum satu pun partai politik di Sulawesi Barat yang memiliki kekuatan kepemimpinan seperti di Demokrat.

Hamzah Sunuba (Foto/Wahyu)

"Yang saya lihat di Demokrat ini sosok pemimpinnya. Kalau di Sulbar itu, tidak ada duanya. Dari dulu memang sudah saya kagumi. Saya yakin di masa mendatang Demokrat bisa lebih besar lagi," ungkap Hamzah Sunuba.

Seperti diketahui, Hamzah Sunuba merupakan salah satu politisi senior yang ada di Sulawesi Barat. Sebelum memutuskan bergabung ke Demokrat, Hamzah sempat menduduki sejumlah posisi strategis di Partai Golkar, dari anggota DPRD Sulawesi Barat, termasuk sekretaris DPD Partai Golkar Sulawesi Barat.

Perihal posisi atau proyeksi politik pasca bergabung ke Demokrat, Hamzah mengaku tak ambil pusing. Ia memilih tunduk dan patuh pada perintah partai.

"Tidak ada partai di Sulbar ini yang mesin partainya sebagus Demokrat. Kerja samanya bagus. Saya pernah sekretaris Golkar, jadi saya tahu persis. Saya juga pernah jadi anggota DPRD provinsi dan mantan anggota KPU, saya tahu persis," urai Hamzah.

"Jadi dari serangkaian pengalaman itu saya bisa simpulkan, Partai Demokrat lah yang paling punya kekuatan kepemimpinan yang kuat. Yang bisa menggerakkan seluruh sumber daya partai yang ada," pungkas Hamzah Sunuba. (*/Naf)