AHY ke Kader Demokrat Sulbar: Rapatkan Barisan, Bangun Kekuatan Politik !
MAMUJU--Konsolidasi menyeluruh jadi pesan utama yang disampaikan Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) kepada seluruh kader Partai Demokrat Sulawesi Barat. Itu ia sampaikan saat memberikan sambutan dan arahan di forum Musda ke-V DPD Partai Demokrat Sulawesi Barat, Sabtu (23/05).
Forum Musda, kata dia, adalah momentum strategis dalam memperkuat fondasi partai menuju kemenangan di agenda politik masa depan. Kepada seluruh kader Demokrat Sulawesi Barat, AHY menekankan tiga pilar utama yang harus dijalankan seluruh kader secara terpadu.
Pertama, rapatkan barisan. Menurut AHY, soliditas internal menjadi kunci utama keberhasilan partai dan harus dijaga di semua tingkatan. Kata dia, Musda bukan menjadi ruang yang memunculkan perpecahan, tetapi justru memperkuat persatuan di internal partai.
“Ketika kita menghadapi ancaman terhadap perjalanan partai kita, karena kita berani dan kita bersatu, Demokrat tidak tergoyahkan,” tegas AHY dalam arahannya.
Berbicara via daring, AHY menyebut, kekompakan kader menjadi faktor penting yang membuat Partai Demokrat mampu bertahan dan kembali memperoleh posisi strategis dalam pemerintahan.
“Demokrat selamat dan kini mendapatkan peran yang lebih baik, termasuk di pemerintahan. Ini harus terus kita jaga dan kawal,” sambungnya.
Pilar kedua, sambung dia, adalah membangun kekuatan politik partai. Ia menyebut capaian Demokrat di Sulawesi Barat saat ini menjadi modal besar menghadapi kontestasi politik mendatang.
Menurutnya, tidak banyak daerah yang mampu mencatat prestasi politik seperti Demokrat di Sulawesi Barat. Mulai dari kemenangan di Pilgub, mempertahankan kursi DPR RI, meraih kursi pimpinan DPRD provinsi, memenangkan Pilkada di Kabupaten Mamuju dan Majene, hingga menduduki posisi pimpinan DPRD di sejumlah kabupaten.
“Ini adalah kekuatan politik yang luar biasa dan harus terus dijaga serta diperkuat,” urainya.
Pilar ketiga, masih oleh AHY, merebut kemenangan. Ia optimistis Partai Demokrat dapat meraih hasil lebih besar pada Pemilu 2029, dengan catatan, soliditas internal dan kekuatan organisasi terus dirawat.
“Dengan merapatkan barisan dan membangun kekuatan, kita pasti bisa merebut kemenangan, baik di tingkat kabupaten, provinsi, maupun pusat,” kata Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan itu.
Dominan di Pemilu 2029 dan 2031
Kemenangan besar di Pemilu nasional 2029 serta di Pemilu daerah tahun 2031 jadi target yang dipatok Partai Demokrat Sulawesi Barat. Hal itu ditegaskan ketua DPD Partai Demokrat Sulawesi Barat, Suhardi Duka.
SDK di Hadapan Peserta Musda ke-V Demokrat Sulbar. (Foto/Istimewa)
Di forum Musda ke-V DPD Partai Demokrat Sulawesi Barat, pria yang akrab disapa SDK itu juga memaparkan capaian perolehan suara partai di pelaksanaan Pemilu sebelumnya, khususnya untuk DPR RI.
“Pada Pemilu lalu suara partai 4.764 dan suara Caleg 99.603 sehingga total suara mencapai 100.439. Itu naik kurang lebih 20 Ribu dibanding Pemilu 2019,” ungkapnya.
Bercermin dari raihan itu, bukan hal yang berlebihan jika 'bintang mercy' mematok target menang di Pemilu 2029 dan 2031.
“Untuk 2029 kita target minimal 200 Ribu suara,” tegas dia.
Kekuatan politik Demokrat di Sulawesi Barat dominan dipengaruhi oleh kekuatan kader dan tokoh. Hal itu disadari oleh SDK. Hal itu terlihat dari dominasi suara Caleg dibanding suara partai pada Pemilu DPRD Provinsi Sulawesi Barat.
“Kalau melihat data itu, kekuatan Demokrat Sulbar masih bertumpu pada kader dan tokoh, belum bertumpu pada struktur partai yang kita bangun,” ucapnya.
Ia berkomitmen, di masa mendatang, Demokrat sudah akan fokus dalam memperkuat struktur organisasi hingga akar rumput agar suara partai dapat meningkat lebih besar dibanding suara personal Caleg.
“Partai harus membumi di Sulbar,” kata SDK.
Musda ke-V Demokrat Sulawesi Barat, sambung dia, juga jadi momentum konsolidasi, memperkuat seluruh elemen partai agar mampu menjadi kekuatan politik utama di Sulawesi Barat.
“Yang tadinya posisi kita nomor dua di tingkat provinsi, 2029 atau 2031 partai ini harus menjadi nomor satu di Sulbar,” harapnya.
Untuk tiba pada tujuan itu, Demokrat Sulawesi Barat telah merekrut tokoh-tokoh berpengaruh dari berbagai daerah. Baginya, bergabungnya sejumlah tokoh tersebut tak lepas dari pendekatan personal serta citra Partai Demokrat yang dinilai terbuka dan minim konflik internal.
“Mereka melihat Demokrat ini low profile, terbuka, dan friendly. Kami tidak punya konflik-konflik internal. Selama 15 tahun terakhir Demokrat tidak ada konflik, dan itu yang mereka suka,” sambungnya.
Prinsip regenerasi juga jadi pendekatan yang akan dilakukan. Menurut SDK, pelibatan lebih banyak anak muda dan perempuan dalam struktur maupun aktivitas politik partai jadi salah satu wujudnya.
“Tentu kita tetap menggandeng kader lama, disinergikan dengan kader baru, termasuk generasi muda dan perempuan yang punya minat di dunia politik,” SDK menutup. (*/Naf)









