Humaniora

Workshop Talenta Bidang Seni Rupa dan Kriya, Dorong Pelaku Seni Kembangkan Potensi Ekonomi Kreatif

Wacana.info
Kepala UPTD Taman Budaya dan Museum Sulbar, Irma Trisnawati dalam Sambutannya di Pembukaan Workshop Telenta Bidang Seni Rupa dan Kriya. (Foto/Muhammad Taufik)

Laporan: Muhammad Tufik

TINAMBUNG--UPTD Taman Budaya dan Museum Provinsi Sulawesi Barat menggelar workshop telenta bidang seni rupa dan kriya. 'Seni rupa dan kriya sebagai potensi ekonomi kreatif daerah' jadi tema yang diusung pada agenda yang dipusatkan di taman budaya Buttu Cipping, Tinambung, Polman, Sabtu (23/05) itu.

Irma Trisnawati, kepala UPTD Taman Budaya dan Museum Provinsi Sulawesi Barat menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan insiasi pemerintah daerah dalam menciptakan wadah peningkatan kapasitas bagi para pelaku seni, pendidik, serta generasi muda yang memiliki minat dan bakat di bidang seni rupa dan kriya.

"Workshop tersebut dirancang sebagai ruang pembelajaran dan pengembangan kreativitas peserta melalui pembekalan pengetahuan, keterampilan teknis, hingga wawasan pengembangan karya yang relevan dengan budaya lokal dan kebutuhan pasar," terang Irma.

Lewat workshop telenta bidang seni rupa dan kriya itu, para peserta didorong untuk mampu menghasilkan karya seni rupa dan kriya yang tak sekadar punya nilai artistik, tapi juga menyimpan potensi ekonomi kretif.

Sejumlah tokoh dan pegiat seni turut hadir pada kegiatan tersebut. Di antaranya kurator nasional bidang seni rupa, Kuss Indarto, perwakilan Dewan Kerajinan Nasional Daerah Sulawesi Barat, Syaukani, guru pengampu pendidikan seni rupa, Jamaluddin, Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Sulawesi Barat yang diwakili oleh Adil Tambono, serta budayawan, A'ba Tammalele.

Dalam pelaksanaannya, workshop ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta di bidang seni rupa dan kriya, mengembangkan kreativitas dan inovasi dalam menciptakan karya, serta memberikan pemahaman mengenai pengelolaan dan pengembangan karya seni yang memiliki nilai ekonomi. 

Para Peserta Worshop Talenta Bidang Seni Rupa dan Kriya. (Foto/Muhammad Taufik)

Kegiatan tersebut juga diharapkan mampu membangun jejaring antara pelaku seni, pendidik, dan para pemangku kepentingan. Sekaligus memperkuat peran UPTD Taman Budaya dan Museum Provinsi Sulawesi Barat sebagai pusat edukasi budaya.

Workshop telenta bidang seni rupa dan kriya diharpakan mampu melahirkan semangat baru dalam ekosistem pembinaan talenta seni rupa dan kriya yang mampu mendorong terciptanya karya-karya kreatif, inovatif, dan bernilai tambah bagi daerah.
 
Workshop yang direncanakan bakal berlangsung hingga Senin, 25 Mei 2026 tersebut juga diharapkan menjadi langkah nyata dalam memperkuat sektor ekonomi kreatif berbasis budaya lokal di Provinsi Sulawesi Barat. 

UPTD Taman Budaya dan Museum Provinsi Sulawesi barat juga mengajak kepada para tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, budayawan, para seniman, serta seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama merawat kesenian dan kebudayaan di Provinsi Sulawesi Barat.

"Inggannana luluareq'u iyanasanna, inggai mappammesa palluluareattaq mappakaraya seni budaya litaq Mandar (mari saudara-sadara sekalian untuk tetap memperkuat persaudaraan, memberi penghormatan seni dan budaya di Tanah Mandar). Mensukseskan visi dan misi bapak gubernur Sulawesi Barat di bidang kebudayaan. Membawa Taman Budaya dan Museum Sulawesi Barat semakin baik, maju dan sejahtera," pungkas Irma Trisnawati. (*/Naf)