Negara Bakal Garap LTJ di Mamuju
JAKARTA--PT Perusahaan Mineral Nasional (Persero) atau Perminas bakal menggarap pilot project hilirisasi logam tanah jarang (rare earth) atau yang biasa disebut Logam Tanah Jarang (LTJ) di Mamuju. BUMN yang berada langsung di bawah pengelolaan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara itu diproyeksikan untuk menggarap jenis mineral yang kini menjadi incaran dunia itu.
Pemerintah provinsi Sulawesi Barat berharap, aspek keberlangsung dan kelestarian lingkungan mesti jadi poin penting dalam pengelolaan LTJ di Mamuju. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sulawesi Barat, Bujaeramy Hassan saat menampingi Gubernur Suhardi Duka pada pertemuan bersama Badan Industri Mineral (BIM) dan pihak Perminas yang digelaar di Sekretariat BIM Kantor Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, Gubernur Sulbar, belum lama ini.
“Pak Gubernur ingin memastikan bahwa rencana tata kelola LTJ nanti harus mengedepankan aspek lingkungan, kepentingan dan kesejahteraan masyarakat Sulbar secara umum, khususnya kepentingan masyarakat sekitar wilayah yang dikelola,” kata Bujaeramy Hassan, Kamis (15/05).
Kata dia, proyek hilirisasi tersebut juga mesti sejalan dengan tujuan strategis pembangunan pemerintah provinsi Sulawesi Barat. Ia menegaskan, pengembangan industri LTJ wajib memperhatikan keselamatan lingkungan dan masyarakat secara menyeluruh.
Hilirisasi LTJ juga diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi daerah. Dari penurunan angka kemiskinan, peningkatan pertumbuhan ekonomi, hingga penyerapan tenaga kerja lokal.
“Ketika kita berbicara tentang LTJ di Sulbar, maka kita harus berbicara tentang kepentingan nasional dan kepentingan Sulbar,” sambung Bujaeramy.
Potensi LTJ di Sulawesi Barat dianggap memiliki nilai strategis yang tinggi. Utamanya di tengah meningkatnya kebutuhan dunia terhadap bahan baku industri teknologi modern dan energi terbarukan. (*/Naf)









