Jemaah Sudah di Mekah, Diimbau Perbanyak Air Putih
Laporan: Marwah, S.Pd.,M.Pd (Petugas Haji Daerah Kloter 11 Kabupaten Polman)
MEKKAH--Sebanyak 393 jemaah haji kloter 11 asal Kabupaten Polman kini telah berada di Mekkah. Sebagian dari mereka telah menyelesaikan umroh wajib. Termasuk bagi Lansia dan jemaah disabilitas yang melaksanakan umroh wajib pada malam hari untuk menghindari kepadatan pada saat melaksanakan tawaf dan sa’i.
Secara umum, kondisi kesehatan para jemaah dalam kondisi prima. Meski beberapa diantaranya mengeluhkan Infeksi Saluran Pernapasan (ISPA), darah tinggi dan kolesterol.
Kepada para jemaah, diimbau untuk memperbanyak asupan air mineral, memperhatikan pemakaian APD ketika beraktifitas di luar, istirahat yang cukup dan teratur. Minum obat teratur bagi yang memiliki penyaki komorbit seperti hipertensi, jantung, diabetes.
Pelaksanaan salat di Masjidil Haram dibuka seluas-luasnya. Dengan catatan, para jemaah mesti tetap memperhatikan kondisi kesehatan. Apabila tidak memungkinkan, disarankan untuk salat di musala di hotel.
Terlebih di tengah cuaca Mekkah di siang hari yang menyentuh angka diatas 40 Derajat. Dan semakin hari, suasana Masjidil Haram semakin padat.
Sejumlah rangkaian ibadah selama di Mekkah di antaranya, menyelesaikan umroh wajib, salat di Masjidil Haram serta melakukan umroh sunnah. Agenda ziarah tidak diperkenankan sebelum Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina) yang merupakan tiga lokasi krusial tempat jemaah haji melaksanakan rangkaian ibadah puncak (wajib haji).
Ada beberapa Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU). Setiap KBIHU memfasilitasi jamaahnya untuk melakukan umroh sunnah dan melakukan ibadah di Masjidil Haram.
Adapun jamaah non KBIHU tetap difasilitasi oleh petugas untuk melaksanakan serangkaian ibadah.
Seluruh jemaah memilih haji tamattu'. Mereka di haruskan membayar DAM (kewajiban menyembelih hewan ternak sebagai denda atau tebusan karena jemaah haji/umrah melanggar larangan ihram, meninggalkan kewajiban haji, atau melaksanakan haji tamattu'/qiran.
Ada yang berbeda terkait mekanisme DAM tahun ini. DAM tahun ini dikelola langsung oleh pemerintah Arab Saudi melalui ADAHI (lembaga resmi Arab Saudi yang ditunjuk untuk mengelola penyembelihan hewan kurban dan DAM secara higienis, sah, dan terpusat bagi jemaah haji/umrah, terutama pada musim haji 2026. Dikoordinir melalui ketua regu yang menyerahkannya ke ketua rombongan dan selanjutnya ke ketua Kloter
Dari 4 Kloter jemaah asal Sulawesi Barat, kloter 11-lah yang paling banyak menggunakan kursi roda. Pada saat pelaksanaan umroh wajib, tercatat ada 43 pemakai kursi roda dalam proses tawaf dan sa’i.
1 jemaah diketahui tak ikut dalam rombongan pendorongan dari Madinah ke Mekkah karna alasan sakit. Jemaah tersebut harus menjalani perawatan lebih lanjut di rumah sakit Jerman Hospital Madinah. (*/Naf)









