Duka di Galung Tuluk, Bantuan Terus Mengalir
POLMAN--Kebakaran hebat melanda kawasan padat penduduk di Dusun Kappung Tulu, Desa Galung Tuluk, Kecamatan Balanipa, Kabupaten Polman, Sabtu (28/02) malam. Dari sejumlah sumber, tercatat 173 warga yang kehilangan tempat tinggal akibat peristiwa tersebut.
Merujuk data Badan Penggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Polman, Minggu (01/03) malam, sebanyak 53 KK jadi yang terdampak oleh peristiwa naas itu. 27 rumah warga hangus, 11 rumah ikut terdampak, total rumah warga yang terdampak berjumlah 38 unit rumah. Kebakaran yang bikin sebanyak 198 jiwa terpakasa mengungsi.
Anggota DPRD Sulawesi Barat, yang sempat hadir di lokasi menegaskan, seluruh stakeholder terkait mesti segera turun tangan. Dari jajaran BPBD dan dari Dinas Sosial kini telah berada di lokasi sejak subuh hari.
“Paling tidak dapur umum dulu dibangun untuk melayani masyarakat terdampak. Mereka tentu tidak bisa lagi memikirkan kebutuhan sahur dan berbuka di tengah kondisi seperti ini,” ujar Syamsul Samad.
Ia pun meminta agar pemerintah kecamatan dan desa untuk segera melakukan validasi data korban. Pendataan tersebut menjadi dasar pemberian bantuan jangka pendek maupun jangka panjang.
Ketua Komisi I DPRD Sulawesi Barat itu menjelaskan, penanganan berbasis data adalah hal yang sangat penting untuk memastikan proses pemulihan dapat berjalan secara terintegrasi dan tepat sasaran.
Di sisi lain, Ia juga mengapresiasi solidaritas masyarakat dan berbagai organisasi yang turut menyalurkan bantuan melalui pemerintah kecamatan, kabupaten, maupun provinsi. Syamsul berharap, musibah itu dapat dijadikan pelajaran berharga bagi masyarakat untuk tetap waspada, utamanya dalam memastikan sumber api benar-benar dalam kondisi aman sebelum meninggalkan rumah.
Bantuan Terus Mengalir. (Foto/BPBD Sulbar)
“Koordinasi dan komunikasi antarwarga juga sangat penting. Kita ambil hikmah dari peristiwa ini dan berikhtiar agar kejadian serupa bisa dicegah,” pungkas Syamsul Samad, pria yang juga Ketua KONI Sulawesi Barat itu.
Tenda Pengungsi Sudah Terpasang
BPBD Provinsi Sulawesi Barat langsung bergerak. Pasca musibah, tenda berukuran besar langsung terpasang di lokasi kejadian. Informasinya, tenda tersebut diperuntukkan bagi para pengungsi.
Zulkarnain Dahing, salah seorang staf BPBD provinsi Sulawesi Barat menyebut, selain tenda pengungsi, pihaknya juga telah memasang tenda keluarga.
Kepada WACANA.Info, ia menyebut, sejumlah bantuan dari Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Barat juga mulai disalurkan. Dari kasur, bantal, hingga sejumlah peralatan kedaruratan lainnya. Termasuk dapur umum yang telah dibuka oleh Brimob Polda Sulawesi Barat.
"Insyaallah besok dapur umum sudah mulai dibuka. Itu dari Dinas Sosial Kabupaten Polman. Kami juga terus menyalurkan sejumlah bantuan yang datang dari masyarakat," begitu kata Zulkarnai Dahing. (*/Naf)









