Kondisi Fiskal Terbatas, Junda Minta Penggunaan Anggaran Berefek ke Kesejahteraan Masyarakat
MAMUJU--Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat Junda Maulana, memimpin menggelar rapat persiapan pelaksanaan layanan clearing house pengadaan barang dan jasa, Selasa (24/02). Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Barat, Junda maulana memimpin agenda tersebut.
Agenda tersebut fokus membahas pembentukan tim yang diinisiasi oleh Gubernur Suhardi Duka dalam hal memastikan proses pengadaan barang dan jasa dapat berjalan optimal, khususnya pada sepuluh program atau proyek strategis pemerintah Provinsi Sulawesi Barat.
Pada kesempatan itu, Junda Maulana menjelaskan, tim clearing house memiliki peran penting dalam mengawal seluruh tahapan. Dari perencanaan, pelaksanaan hingga evaluasi kegiatan.
“Bagaimana kita melihat aspek perencanaannya, kemudian aspek pelaksanaannya, dan sampai kepada evaluasinya, ini kita harus jaga,” tegas Junda Maulana.
Ia menambahkan, tim yang telah dibentuk untuk dapat segera bekerja secara maksimal. Apalagi, kata dia, aspek perencanaan merupakan kunci keberhasilan suatu program.
Menurutnya, kualitas perencanaan sangat menentukan hasil akhir dari proses pengadaan.
“Perencanaan itu menentukan akhir daripada suatu proses. Walaupun perencanaannya baik, kita harus pertahankan di pelaksanaan sehingga hasilnya baik. Ini penting karena ini uang rakyat,” beber dia.
Junda Maulana juga menyinggung kondisi fiskal yang sangat terbatas. Ia menegaskan, setiap anggaran yang telah dialokasikan pada proyek strategis wajib memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Kalau anggaran ini mau berdampak, maka harus berhasil. Kalau tidak berdampak, dalam keterbatasan fiskal kita, akan semakin sulit meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Sulbar,” demikian Junda Maulana.
Layanan clearing house disemogakan mampu mewujudkan proses pengadaan barang dan jasa berjalan lebih transparan, akuntabel, serta mampu mendorong keberhasilan program strategis yang menjadi prioritas pembangunan daerah. (*/Naf)









