Satu Langkah Bersama, Selesaikan Setiap Persoalan
PASANGKAYU—Kabupaten Pasangkayu jadi titik pertama pelaksanaan agenda safari Ramadan pemerintah Provinsi Sulawesi Barat. Minggu (22/02), Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka beserta rombongan tiba di ujung utara provinsi Sulawesi Barat itu.
Di sana, Gubernur Suhardi Duka melakoni sejumlah agenda, salah satunya menghadiri buka puasa bersama dengan pemerintah Kabupaten Pasangkayu di Rumah Jabatan Bupati Pasangkayu. Di sana, Suhardi Duka menegaskan komitmennya untuk menyelesaikan berbagai persoalan infrastruktur jalan di tengah kebijakan efisiensi anggaran.
Meski dalam kondisi fiskal yang terbatas, pemerintah Provinsi Sulawesi Barat tetap mengalokasikan anggaran pembangunan infrastruktur untuk Kabupaten Pasangkayu sebesar kurang lebih Rp 25 Miliar di tahun 2026.
Bukan anggaran yang besar, namun jika penggunaannya tepat sasaran, masyarakat bakal menerima manfaatnya.
“Anggarannya mungkin kecil, tetapi jika ditempatkan dengan benar, dikelola dengan baik, dan niatnya untuk kepentingan masyarakat, maka tetap akan memberi manfaat,” sebut Suhardi Duka.
Gubernur Suhardi Duka juga mengurai pencapaian pertumbuhan ekonomi Sulawesi Barat yang ada di 5,36 Persen. Melampaui rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional.
Selain itu, pemerintah daerah juga berhasil menurunkan angka kemiskinan serta mempersempit rasio gini sebagai indikator berkurangnya ketimpangan ekonomi.
“Ini adalah hasil kerja bersama antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten yang semakin harmonis dalam menjalankan program pembangunan,” katanya.
Menurut Suhardi Duka, pembangunan di daerah kini diarahkan pada penguatan kolaborasi yang lebih solid antara pemerintah provinsi dan kabupaten. Itu agar program pembangunan berjalan dalam satu arah kebijakan.
“Tidak boleh lagi kabupaten berjalan ke kiri sementara provinsi ke kanan. Sekarang kita satu langkah bersama menyelesaikan persoalan secara tuntas,” tegas Suhardi Duka, bupati Mamuju dua periode itu.
Di tahun 2025 yang lalu, pemerintah pusat telah mengalokasikan lebih dari Rp 20 Miliar untuk pembangunan jalan daerah di Kabupaten Pasangkayu, di luar ruas jalan nasional. Untuk tahun 2026 ini, pemerintah Provinsi Sulawesi Barat kembali memperjuangkan pendanaan pusat melalui program Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah untuk tiga ruas jalan yang diusulkan Pemerintah Kabupaten Pasangkayu.
“Saya sudah dijanji oleh pak Dody Hanggodo (Menteri PUPR). Tapi kita juga memahami bahwa ada bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Banyak anggaran PU yang berangkat kesana,” Suhardi Duka menambahkan.
Meski demikian, pemerintah Provinsi Sulawesi Barat tetap optimistis dukungan pusat dapat terealisasi guna mempercepat pemerataan pembangunan infrastruktur di wilayah Pasangkayu dan daerah lainnya.
Di momentum buka puasa bersama tersebut, pemerintah Provinsi Sulawesi Barat juga membagikan lebih dari 700 paket Ramadan kepada masyarakat.
Agenda safari Ramadan di Pasangkayu dipimpin oleh Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka. Turut hadir Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Barat, Junda Maulana, staf ahli gubernur, para asisten Setda, kepala OPD, kepala biro, tim ahli gubernur, jajaran UPTD RSUD, serta unsur pemerintah daerah lainnya.
Persatuan antara Umara, Ulama, dan Umat, Kunci Kemajuan Daerah
Rangkaian agenda safari Ramadan pemerintah Provinsi Sulawesi Barat di Kabupaten Pasangkayu dimulai dengan peninjauan infrastruktur pasca peningkatan jalan dan jembatan pada ruas akses Pelabuhan Pasangkayu (Kayumaloa – Pelabuhan – SPBU Ako).
(Foto/Kominfo, Persandian dan Statistik)
Usai buka puasa bersama, agenda safari Ramadan pun dilanjutkan dengan pelaksanaan salat Isya dan salat Tarawih berjamaah di Masjid Agung Al-Madaniah Pasangkayu. Di momentum itu, Gubernur Suhardi Duka menegaskan, keberhasilan pembangunan daerah sangat ditentukan oleh sinergi antara pemerintah dan masyarakat.
Kata dia, setiap program pemerintah dilandasi niat baik untuk kemajuan daerah. Ia juga mengajak masyarakat menyampaikan kritik secara santun dan konstruktif karena pemerintah terbuka untuk mendengarkan aspirasi publik.
“Dalam ajaran Islam, persatuan antara umara, ulama, dan umat menjadi kunci kemajuan suatu daerah. Ketika ketiganya bersatu, maka pembangunan akan berjalan dengan baik,” papar Suhardi Duka.
Tidak ada pemimpin yang sempurna, kata dia. Karena itu, peran ulama melalui nasihat, kontribusi pemikiran para cendekiawan, serta doa masyarakat menjadi kekuatan penting dalam menutup setiap kekurangan kepemimpinan.
Gubernur berharap kebersamaan yang terbangun melalui Safari Ramadan dapat memperkuat persatuan serta mendorong Sulawesi Barat mampu berkembang sejajar dengan daerah maju lainnya di Indonesia.
“Semoga seluruh doa kita di bulan suci Ramadan ini diijabah oleh Allah SWT dan membawa kebaikan bagi daerah yang kita cintai bersama,” demikian Suhardi Duka. (*/Naf)









