Advertorial

Program Umrah Gratis bagi Para Imam, Suraidah: Bukti Kolaborasi Eksekutif dan Legislatif

Wacana.info
(Foto/Dinas Kominfo, Persandian dan Statistik)

MAMUJU--Sejumlah catatan manis mewarnai satu tahun perjalanan kepemimpinan Gubernur Suhardi Duka dan Wakil Gubernur Salim S Mengga di Provinsi Sulawesi. Salah satu program yang mendapat atensi adalah pemberangkatan umrah gratis bagi sejumlah imam di Kabupaten Mamuju. Sebuah program hasil dari kolaborasi dan komunikasi antara pemerintah daerah dan unsur legislatif dalam mendorong kebijakan penguatan serta kepedulian terhadap tokoh agama.

Wakil Ketua DPRD Sulawesi Barat, Suraidah Suhardi menyebut, program pemberangkatan umrah tersebut merupakan upaya kongkret pemerintah pada berbagai jenjang dalam memberi perhatian kepada saudara-saudara yang telah mengabdikan dirinya ditengah masyarakat. 
Mereka tak hanya sebagai pemimpin spiritual yang bergerak normatif. Tetapi juga hadir meneduhkan kehidupan ummat ditengah dinamika kehidupan masyarakat masa kini. 

“Dari sinilah kita kemudian komunikasikan dan diperjuangkan agar dapat masuk dalam skema kebijakan pemerintah daerah. Bahwa tokoh agama perlu mendapat apresiasi penting atas pengabdian mereka ditengah ummat. Aspirasi itu kami perjuangkan bersama, dan Alhamdulillah mendapat respons positif dari pemerintah provinsi hari ini. Kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Gubernur atas kolaborasi yang baik ini,” terang Suraidah via telepon dari Makkah Arab Saudi, Jumat (20/02).

Ia menambahkan, meskipun jumlah penerima manfaat masih terbatas, langkah ini adalah fondasi awal dalam membangun program penguatan dan kepedulian terhadap tokoh agama secara berkelanjutan. Suraidah berharap, ke depan sinergi antara legislatif dan eksekutif semakin diperkuat sehingga lebih banyak imam di Sulawesi Barat dapat merasakan manfaat program serupa. 

Terpisah, Kepala Biro Pemkesra Sulawesi Barat, Murdanil selaku stakeholder program tersebut mengatakan, program tersebut merupakan hasil kolaborasi bersama antara eksekutif dan legislatif. 

“Betul bahwa ini program merupakan bentuk komitmen bersama pemerintah daerah terhadap sektor keagamaan. Kedepan kita berharap jumlahnya bisa bertambah agar perlahan bisa menjangkau para imam yang pada periode ini belum berkesempatan. Untuk saat ini baru bisa mengakomodir lima orang yang terdiri dari masing-masing perwakilan lima kecamatan dengan melihat usia dan masa pengabdian dimasing-masing wilayah,” sumbang Murdanil. (*/Naf)