Anjangsana Densus 88 AT Polri ke Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sulbar
MAMUJU--Siswa usia sekolah jadi segmen masyarakat yang dianggap sangat rentan terpapar Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET). Siswa sekolah dinilai berpotensi terpapar oleh karena kombinasi antara kondisi psikologis yang belum stabil, faktor lingkungan, serta masifnya infiltrasi ideologi melalui teknologi digital, media sosial dan semacamnya.
Berangkat dari kekhawatiran di atas, Ka Satgaswil Densus 88 AT Polri, AKBP Soffan Ansyari berkunjung ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Barat, Senin (19/01). Dalam kunjungannya hari itu, AKBP Soffan Ansyari diterima oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Barat, Muhammad Nehru Sagena.
Selain sebagai bentuk memperkuat silaturrahmi, kunjungan ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Barat juga jadi upaya Densus 88 AT Polri dalam menggandeng pihak terkait dalam mencegah paham IRET.
"Khususnya di lingkungan sekolah. Kunjungan ini juga jadi ikhtiar dalam membangun pemahaman bersama serta meningkatkan peran strategis dunia pendidikan sebagai garda terdepan dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan, toleransi, dan moderasi beragama," terang AKBP Soffan Ansyari.
Di kesempatan itu, AKBP Soffan Ansyari juga menyampaikan pentingnya kolaborasi lintas sektor guna mencegah masuk dan berkembangnya paham IRET, khususnya di kalangan pelajar dan tenaga pendidik.
"Dan Alhamdulillah, Pak Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Barat menyambut baik upaya tersebut. Beliau menyatakan komitmennya untuk mendukung program-program pencegahan melalui penguatan kurikulum, kegiatan edukatif, serta pembinaan karakter di satuan pendidikan," pungkas AKBP Soffan Ansyari. (ADV)









