Musda Golkar Sulbar

Cerita di Balik Langkah Samsul Mahmud ke Kursi Ketua Golkar Sulbar

Wacana.info
Pembukaan Musda IV Golkar Sulbar. (Foto/Manaf Harmay)

MAMUJU--Hanya ada satu nama yang resmi mencalonkan diri sebagai kandidat Ketua DPD Partai Golkar Sulawesi Barat. Forum Musda IV DPD Golkar Sulawesi Barat hanya membunyikan satu nama saja; Samsul Mahmud.

Aklamasi, bakal jadi ujung dari serangkaian agenda pelaksanaan Musda IV DPD Golkar Sulawesi Barat. Tak menyisakan sisa kegaduhan, tetesan keringat atau sorak sorai pertarungan sengit seperti sebelum-sebelumnya.

Meski begitu, sebelum diaklamasikan, langkah Samsul Mahmud yang juga ketua DPD Golkar Polewali Mandar itu sebenarnya tak sebegitu mulusnya. Sebelum pelaksanaan Musda, ada serangkaian proses panjang nan melelahkan yang rupanya harus dilalui oleh Samsul.

Sekjen DPP Partai Golkar, Muhammad Sarmuji menyebut, pelaksanaan Musda IV DPD Golkar Sulawesi Barat adalah ujung dari sebuah proses yang panjang. Sebuah proses yang diawali dengan proses negosiasi di internal kepengurusan Partai Golkar sendiri. Samsul Mahmud sebagai calon tunggal, kata dia, jadi etalase dari serangkaian proses negosiasi yang sebelumnya telah dilalui.

Musda IV Golkar Sulbar. (Foto/Manaf Harmay)

"Tapi di balik itu ada pembicaraan yang panjang di antara seluruh pihak. Baik di internal Golkar Sulbar maupun yang ada di DPP Golkar. Forum Musda ini adalah forum negosiasi. Kita sedang tidak bernegosiasi dengan musuh, tapi di Musda ini kita sedang bernegosiasi dengan internal kita sendiri," ujar Muhammad Sarmuji saat menghadiri pembukaan Musda IV DPD Golkar Sulawesi Barat yang digelar di d'Maleo hotel Mamuju, Minggu (23/11).

Musyawarah Mufakat Berlaku di Seluruh Indonesia

Demi menjaga soliditas serta jaminan stablitas jalannya roda partai, Samsul Mahmud yang aklamasi itu jadi opsi yang paling ideal. Kondisi yang rupanya juga berlaku di seluruh pelaksanaan Musda Golkar se-Indonesia.

Hal itu disampaikan ketua harian DPD Golkar Sulawesi Barat, Irwan SP Pababari. Kepada WACANA.Info, Irwan mengungkapkan, di bawah komando ketua umum Bahlil Lahadalia, pelaksanaan Musda Golkar tak lagi diwarnai dengan pertarungan dalam konteks perebutan suara.

"Di seluruh Indonesia, kita memang disarankan untuk menempuh musyawarah mufakat dalam menunjuk ketua DPD Golkar. Itu untuk menghindari anasir perpecahan dalam rangka membangun solidaritas kegolkaran," tutur Irwan.

Irwan yang juga anggota DPRD Sulawesi Barat itu menambahkan, Golkar era sekarang, setiap pertarungan perebutan kursi ketua DPD tak boleh lagi ditampilkan di 'oktagon' terbuka. Kini, berbagai kepentingan di balik suksesi di forum Musda sebelumnya telah dikomunikasikan, sebelum menghasilkan satu keputusan bersama.

Irwan SP Pababari. (Foto/Manaf Harmay)

"Ini memang harus dijahit (kepentingan). Sulsel saja masih bermusyawarah itu dalam menentukan siapa yang terpilih. Dan jahitan-jahitan kepentingan itu menurut saya adalah hal yang sifatnya niscara. Karena dalam politik, ada sekian kekuatan yang ingin kita himpun. Saya kira kalau di Sulbar, proses tidak terlalu sulit," sambungnya.

"Apalagi kita sebagai orang Mandar. Semua kita dijalani sesuai dengan etika. Apapun itu jika dilakukan dengan cara yang bijak, pasti berjalan dengan mulus. Jadi ada penempatan-penempatan secara etika, biudaya yang harus kita lakukan. Yang tua kita tuakan, yang muda tetap kita hargai, sebagaimana kita orang Mandar. Budaya ini lah yang kita tempuh," demikian Irwan SP Pababari.

Seremoni pembukaan Musda IV DPD Golkar Sulawesi Barat berlangsung cukup meriah. Ratusan pengurus, kader dan simpatisan Golkar hadir dalam agenda tersebut.

Gubernur, Wakil Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka dan Salim S Mengga juga hadir mengisi kursi VVIP di forum tersebut. Dari DPP Golkar, Muhammad Sarmuji didampingi oleh sejumlah pengurus DPP Golkar lainnya. (*/Naf)