Makna Menginjak Sebilah Parang yang Dilakoni Prof Zudan

MAMUJU--Sejumlah pejabat tertas lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat tampak berkumpul di Bandara Tampa Padang Mamuju, Senin (15/05) sore. Mulai dari Sekda Provinsi Sulawesi Barat, Muhammad Idris, Bupati Mamuju, Sutinah Suhardi, sejumlah asisten serta beberapa kepala OPD lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat, serta perwakilan Forkopimda Provinsi Sulawesi Barat turut hadir pada agenda penyambutan Prof Zudan Arif Fakrulloh, Penjabat (Pj) Gubernur Sulawesi Barat pengganti Akmal Malik.
Iya. Pasca resmi menjabat Pj Gubernur Sulawesi Barat pada 12 Mei 2023 yang lalu, Prof Zudan akhirnya menginjakkan kaki di Sulawesi Barat. Pria yang Sekretaris Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) itu pun secara resmi mengemban tanggung jawab sebagai pemegang tongkat komando pemerintahan di provinsi ke-33 ini.
Tak lama setelah turun dari pesawat yang ia tumpangi, Prof Zudan disambut serangkaian ritual adat. Adalah Raja Mamuju, Bau Akram Dai yang memimpin langsung penyambutan dengan corak kebudayaan yang sangat kental di sore hari itu.
Prof Zudan Disambut Serangkaian Ritual Adat. (Foto/Instagram Pemprov Sulbar)
Dari atraksi Pemanna, hingga ritual yang mengharuskan Prof Zudan menginjakkan kakinya di atas sebilah parang jadi beberapa item penyambutan secara adat yang disajikan. Ritual yang sarat makna sekaligus menjadi media menitip harapan tentang kebaikan daerah di bawah kepemimpinan Prof Zudan Arif Fakrulloh.
"Pemanna adalah tarian penyambutan kepada tamu agung dan tamu kehormatan. Juga sebagai bentuk penghargaan untuk melindungi dan menciptakan rasa aman bagi daerah, termasuk rasa aman kepada tamu agung yang dimaksud," tutur Bau Akram Dai kepada WACANA.Info.
Sementara Prof Zudan yang menginjakkan kaki di atas sebilah parang, kata Bau Akram Dai, dinamai nipai'da' bassi. Sebuah simbol yang mengandung makna harapan agar orang yang pertama kali menginjakkan kakinya di litaq Manakarra Mamuju senantiasa diberi kekuatan dan keselamatan lahir batin.
"Besi itu simbol kekuatan," terang Bau Akram Dai, pria yang juga Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Provinis Sulawesi Barat itu.
Bentuk Super Tim untuk Bahagiakan Masyarakat Sulbar
Prof Zudan Arif Fakrulloh sendiri mengaku tak punya kepentingan lain dalam mengemban amanah sebagai Pj Gubernur Sulawesi Barat. Ia hanya ingin apa yang akan dilakukannya dapat bernilai ibadah.
Ia pun berharap dukungan dari sejumlah pihak dalam hal bagaimana ia menjalankan tugas di Sulawesi Barat. Bagi Prof. Zudan, jalinan komunikasi yang baik adalah kunci utama dalam menyelesaikan berbagai macam persoalan di daerah.
"Kalau kita ingin merubah masyarakat harus diubah dulu dari cara berkomunikasi. Semakin mudah berkomunikasi maka tidak akan ada sumbatan-sumbatan lagi, sehingga kecepatan pelayanan, kecepatan kita untuk menyelesaikan masalah bisa lebih cepat kita lakukan. Dan komunikasi yang baik disertai dengan tabayyun, klarifikasi akan menjadikan kita semuanya maju lebih cepat dan tidak mudah dikonflikkan," beber Prof Zudan dikutip dari berita.sulbarprov.go.id.
Prof Zudan Arif Rakrulloh saat Bersilaturrahim dengan Jajaran Pemprov Sulbar. (Foto/Instagram Pemprov Sulbar)
Satu hal yang akan segera dilakukan oleh Prof. Zudan di Sulawesi Barat adalah sesegera mungkin membentuk super tim. Sebuah wadah yang berisi unsur pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten dan Forkopimda dalam mengatasi setiap persoalan yang ada di Sulawesi Barat.
"Mari kita bersama-sama membentuk super tim untuk membahagiakan masyarakat Sulbar," begitu kata Prof. Zudan Arif Fakrulloh. (*/Naf)