Besar Harapan Bawaslu agar Publik Terlibat Mengawasi
MAMUJU--"Kolaborasi dalam hal ini sangatlah penting. Ini adalah harapan kita bersama, termasuk semangat yang diusung oleh Bawaslu RI adalah melakukan kolaborasi bersama dengan sejumlah stakehlder. Termasuk dengan pemuda,".
Hal itu disampaikan Ketua Bawaslu Sulawesi Barat, Fitrinela Patonangi usai membuka sosialisasi pengawasan Pemilu partisipatif yang diinisasi Bawaslu Mamuju di salah satu hotel di kota Mamuju, Selasa (26/09). Fitrinela menilai, partisipasi publik, khususnya kalangan pemuda dalam setiap upaya pengawasan tahapan Pemilu adalah satu kunci utama terciptanya proses demokrasi yang berkualitas.
"Apalagi kalau melihat data, pemuda itu jumlahnya ada banyak sekali. Bayangkan jika semangat yang luar biasa itu bisa bekerja sama dengan teman-teman di Bawaslu, baik di Provinsi maupun di Kabupaten," sambung dia.
Pemanfaatan teknologi informasi, kata Fitrinela, jadi hal yang wajib untuk dilakukan. Media sosial, sebagai salah satu fasilitas komunikasi dan informasi, harus jadi media penebar manfaat. Dalam hal ini untuk melibatkan diri aktif mengawasi jalannya seluruh tahapan Pemilu.
Ketua Bawaslu Sulbar, Fitrinela Patonangi. (Foto/Manaf Harmay)
"Kalangan pemuda ini untuk bisa lebih aktif lagi khususnya di media sosial. Sebab dari data yang ada, jumlah pengguna media sosial saat ini cukup tinggi. Artinya, mereka lebih banyak bergeser di wilayah itu. Harapan kami, dengan keterlibatan pemuda, itu bisa mendorong upaya menurunkan potensi kecurangan khususnya di tahapan Pemilu tahun 2024," urai Fitrinela Patonangi.
Kuatkan Pencegahan
Ketua Bawaslu Mamuju, Rusdin menilai, sosialisasi pengawasan Pemilu partisipatif merupakan perwujudan komitmen Bawaslu dalam meningkatkan partisipasi masyarakat. Sebuah momentum dimana masyarakat mengetahui bahwa semua memiliki tupoksi serta beban kerja dalam hal mengawasi jalannya seluruh tahapan Pemilu.
"Apalagi paradigma Bawaslu saat ini mengedepankan penguatan pencegahan dalam pengawasan," kata Rusdin.
Rusdin berharap, sosialisasi tersebut mampu melahirkan sebuah hal yang baru. Apakah dalam bentuk kosnep atau tindaklanjut perihal apa yang harus dilakukan Bawaslu terkait pengawasan partisipatif.
Peserta dari sosialisasi tersebut datang dari kalangan pemuda. Mulai dari perwakilan OKP, maupun dari lembaga kepemudaan atau lembaga pemerhati Pemilu yang ada di Kabupaten Mamuju. pimpinan Bawaslu Mamuju, Mustikawati berharap, segala hal positif dari pelaksanaan kegiatan itu hendaknya dijadikan salah satu bahan utama untuk disuarakan ke publik.
"Menjadi bahan yang disampaikan ke masyarakat. Lewat berbagai media dan sarana yang ada saat ini. Hal ini menjadi penting utamanya dalam mengajak partisipasi masyarakat untuk terlibat aktif mengawasi pelaksanaan Pemilu yang diharapkan bisa berlangsung demokratis dan tentunya berkualitas," pungkas Mustikawati. (*/Naf)









