Tak Ada Hura-Hura, Pergantian Tahun Ini Dikemas dengan Nuansa Islami

Wacana.info
Bupati Mamuju, Habsi Wahid Usai Menghadiri Perayaan Maulid Nabi di Kalukku. (Foto/Humas Pemkab Mamuju)

MAMUJU--Berbeda dengan perayaan pergantian tahun yang sering dilaksanakan sebelum-sebelumnya. Ujung 2018 ini, pemerintah kabupaten Mamuju tak lagi akan memperingati momentum itu dengan kegiatan yang sifatnya hura-hura.

Pemerintah kabupaten Mamuju rupanya telah menyiapkan konsep acara pergantian tahun dengan ragam even bernuansa islami. Seperti yang diungkapkan Bupati Mamuju, Habsi Wahid saat menghadiri maulid Nabi Muhammad SAW di Kalukku, Sabtu (24/11).

"Kita akan mendesain pergantian tahun dengan konsep islami, dan sekaligus memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW," ujar Habsi.

Habsi menambahkan, pergantian tahun di Mamuju bakal dimeriahkan oleh serangkaian kegiatan islami. Diantaranya, khatam Al-Quran yang akan dihadiri kurang lebih 5.000 orang.

"Hal tersebut adalah merupakan program pemerintah Mamuju dalam pemberantasan buta aksara Al-Quran. Tidak hanya itu ia juga menghimbau kepada semua masyarakat, terkhusus untuk masyarakat Mamuju kiranya hadir untuk melakukan Dzikir Akbar bersama, yang akan dipusatkan di Pantai Anjungan Manakarra," sambung dia.

Dikatakan Habsi, puncak acara pergantian tahun nantinya akan ditandai dengan kegiatan dzikir akbar. Khusus untuk kegiatan tersebut, pemerintah kabupaten Mamuju akan menghadirkan salah satu seorang Syekh dari Arab Saudi yang merupakan putra daerah Mamuju sendiri untuk memandu dzi tersebut.

Panggung hiburan tak akan dihilangkan di perayaan pergantian tahun nantinya. Hanya saja, pemerintah akan mengisi panggung hiburan dengan penampilan grup-grup gambus lokal, maupun yang didatangkan dari luar kota. Habsi pun menyebut, pesta pergantian tahun bernuansa Islami juga dimaksudkan agar semua masyarakat bisa menjadikan momentum itu untuk lebih mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa.

"Tentunya walau berbeda agama kiranya kita untuk hadir bersama-sama nantinya. Dan pada intinya bahwa dengan kejadian yang ada di Palu dan Mamasa, bagaimana kita lebih mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa pada pergantian tahun baru," pungkas Habsi Wahid. (*/Naf)