Habsi Minta Mamuju Mapaccing Dibuat Dalam Bentuk Buku

Wacana.info
Bupati Mamuju, Habsi Wahid saat Membuka Kemah Literasi di Rumah Adat. (Foto/Lukman Rahim)

MAMUJU--Bupati Mamuju, Habsi Wahid mengajak para penggiat literasi yang ada di Mamuju untuk menuangkan ide dan gagasan dalam bentuk tulisan dan dikemas dalam bentuk buku.

Tulisan itu, kata Habsi, sekaitan dengan program pemerintah. Utamanya soal Mamuju Mapaccing.

"Sehingga dengan demikian dengan membaca tulisan yang akan saudara buat itu, akan bisa kita sampaikan kepada masyarakat untuk juga bisa memahami apa sesungguhnya manfaat Mamuju Mapaccing itu," urai Habsi dalam sambutannya pada pembukaan kemah literasi di rumah adat Mamuju, Jumat (23/11).

Mantan Sekretaris Daerah Mamuju itu menyebut, salah satu tujuan literasi adalah bagaimana agar minta baca itu lebih membudaya di tengah masyarakat.

"Apa yang kita akan tulis dalam rangka pengawasan dan dalam rangka meningkatkan ilmu pengetahuan kita," paparnya.

Habsi juga berharap, kegiatan literasi itu bisa lebih fokusk pada pembinaan anak-anak yang ada di sekolah. Baik itu pada tingkat SMA, SMP maupun pada tingkat Sekolah Dasar.

Kata Habsi, penyiapan sarana dan prasarana harus dimatangkan, dan terpenting juga adalah keterlibatan instrumen sekolah termasuk guru sampai pimpinan OPD yang terkait demi tercapainya tujuan di atas.

"Semua sekolah itu harus ada perpustakaan di sekolah-sekolah. Bagaimana kita meningkatkan minat baca anak-anak ini kalau perpustakaan tidak ada di sekolah. Makanya diwajibkan seluruh sekolah harus ada perpustakaan," terang dia.

Kegiatan itu, sambung Habsi, harus seiring sejalan dengan langkah konkret di sekolah. Misalnya dengan mewajibkan anak sekolah untuk membaca buku setiap hari.

"Membaca buku-buku yang sifatnya histori, perjalanan sejarah kita dan lain-lain," cetus Habsi.

"Kebiasaan-kebiasaan untuk membaca menulis bagi anak-anak ini akan menjadi bagian dari budaya budaya literasi," tutup Habsi Wahid. (Keto/B)