Mamasa Tanggap Darurat Pengungsi, Kabupaten lain Diminta Membantu

Wacana.info
Warga Mamasa yang Mengungsi hingga ke Tana Toraja. (Foto/Karab Toraja)

MAMUJU-Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat menetapkan status tanggap darurat pengungsi di kabupaten Mamasa saat usai gempa beruntun yang terjadi sejak sepekan waktu terakhir.

Sebagian masyarakat Mamasa kini terpaksa memilih mendirikan tempat pengungsian akibat kepanikan yang mereka alami. Hal itulah yang kemudian menjadi alasan 'Bumi Kondosapata' saat ini dalam kondisi tanggap darurat.

Olehnya, pemerintah provinsi Sulawesi Barat menerbitkan surat bernomor 2502-04/5058/SET per tanggal 9 November 2018, perihal himbauan pemberian bantuan korban gempa bumi Kabupaten Mamasa. Suratnya sendiri ditandatangani langsung oleh Wakil Gubernur Sulawesi Barat, Enny Angraeni Anwar.

Surat Himbauan Pemprov Sulbar. (Foto/Istimewa)

Dalam surat tersbeut dimuat Himbauan agar Pemkab di kabupaten lain yang ada di Sulawesi Barat untuk menanggapi kondisi tanggap darurat ini dengan menyalurkan bantuan logistik bagi para pengungsi yang kini memilih mengungsi di tempat yang aman.

Seperti diketahui, intensitas gempa di Mamasa selama sepekan terakhir ini terus meningkat dengan Pola kekuatan gempa yang bervariasi, hingga Magnitudo 5,2.

BMKG melalui situs resminya menyebutkan, dugaan kuat sesar aktif yang menjadi pemicu gempa bumi di Mamasa yakni Sesar Saddang. Meski demikian, BMKG menghimbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpancing dengan isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. (Uci/B)