Data BPS; SMA dan SMK jadi Penyumbang Tertinggi Tingkat Pengangguran di Sulbar

Wacana.info
Konfrensi Pers BPS Sulbar. (Foto/Lukman Rahim)

MAMUJU--Badan Pusat Statistik merekam tingkat pengangguran di Sulawesi Barat. Dari data yang diterima WACANA.Info, tingkat pengangguran di bulan Agustus 2018 berada di angka 20,2 Ribu orang. 

Mengalami peningkatan sebanyak 0,5 Ribu orang jika dibandingkan kondisi tahun lalu.

Kepala BPS Sulawesi Barat, Win Rizal mengurai, berdasarkan perkembangan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) menurut daerah tempat tinggal, Pengganguran di wilayah perkotaan lebih tinggi dari perdesaan.

"Pada agustus 2018, TPT di perkotaan sebesar 6,11 Persen, sedangkan TPT di perdesaan hanya 2,43 Persen," ungkap Win Rizal dalam konfrensi pers di Kator BPS Sulawesi Barat, Senin (5/11).

"Dibandingkan setahun yang lalu, terjadi peningkatan tingkat pengangguran di perkotaan sebesar 1,65 poin. Sedangkan di perdesaan terjadi penurunan tingkat pengganguran sebesar 0,46 poin," sambungnya.

Jika diteropong dari tingkat pendidikan pada agustus 2018, TPT untuk Sekolah Menegah Kejuruan (SMK) masih mendominasi jika dibandingkan dengan level pendidikan lain, yakni sebesar 9,66 Persen.

TPT tertinggi berikutnya, terdapat pada Sekolah Menegah Atas (SMA) sebesar 6,27 Persen.

"Dengan kata lain, ada penawaran yang tidak terserap terutama pada tingkat pendidikan SMA dan SMK," katanya.

Masi kata Win Rizal, untuk mereka yang berpendidikan rendah, cenderung mau menerima pekerjaan apa saja. Hal itu dapat dilihat dari TPT pendidikan SMP dan SD ke bawah paling kecil di antara semua tingkat pendidikan.

"Yaitu sebesar 1,27 Persen dan 1,40 Persen,"terangnya. 

Sementara untuk, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) antara laki-laki dan perempuan di Sulawesi Barat pada agustus 2018 masih terjadi kesenjangan yang tinggi dibandingkan tahun yang lalu. Meski TPAK laki-laki mengalami sedikit penurunan sedangkan perempuan mengalami peningkatan yang cukup tinggi. 

"Pada Agustus tahun ini, TPAK laki-laki sebesar 83,55 Persen sementara perempuan hanya 53,57 Persen," tutup Win Rizal. (Keto/A)