Pengurus Masjid Suada: Kami Tidak Pernah Menerima Pemberitahuan Sebelumnya

Wacana.info
Masjid Suada Mamuju. (Foto/Net)

MAMUJU--Wakil Ketua Pengurus Masjid Suada Mamuju, Namru Asdar memberikan penjelasan terkait insiden yang terjadi di tengah pelaksanaan sholat subuh yang diikuti Cawapres nomor urut 2, Sandiaga Salahuddin Uno, Sabtu (3/11).

Kata Namru, pihaknya memang tak pernah menerima pemberitahuan terkait rencana Kultum yang rencananya akan dibawakan Sandiaga di Masjid itu.

"Kami dari Pengurus Masjid Suada memang tidak pernah menerima pemberitahuan sebelumnya untuk rencana sambutan atau berupa Kultum dari Pak Sandiaga. Jadi Kami berkesimpulan bahwa hanya shalat subuh berjamaah saja," jelas Namru.

Namru yang juga Ketua MUI Mamuju itu menambahkan, permintaan Kultum untuk Sandiaga memang bukan datang dari tim suksesnya. Justru permintaan tersebut datang dari salah satu jamaah bernama Suaib Tahir.

Lantaran tak diberi izin, belakangan Suaib Tahir sendiri yang menawarkan diri untuk membawa Kultum di hadapan Sandiaga dan para jamaah.

"Jadi atas nama Pak Suaib Tahir inilah yang meminta Kultum kepada Ketua Pengurus Masjid Suada, Pak Ramli Abdullah. Tapi bukan dari tim Sandiaga. Nah, Ketua tidak memberi izin. Sebagai pengurus masjid Ketua punya wewenang,” cetus Namru.

Penolakan itu pun yang menyulut debat kusir antara Suaib dan Ketua Pengurus Masjid hingga para jamaah mendengar suara keras dari keduanya.

"Dan Beliau sebagai Ketua Pengurus Masjid bersuara keras karena yang lebih dulu bersuara keras itu Pak Suaib. Saya yakin, semua yang hadir di situ paham bagaimana kejadiannya," tegas Namru.

Kata Namru, tak ada penolakan dari pihak Masjid Suada Mamuju, dengan catatan, sebelumnya sudah dikomunikasikan dengan baik.

"Jadi sekali lagi, kami sebagai pengurus open saja seandainya ada pemberitahuan sebelumnya. Jadi untuk Kultum bisa, silahkan. Tapi harus diberitahukan sebelumnya. Kemudian Ketua tidak mengizinkan Pak Suaib, sebab mengapa nanti mau Kultum saat ada Pak Sandiaga. Dikhawatirkan menfaatkan momentum ini," jelas Namru.

Pengurus Masjid pun mempertanyakan motivasi Suaib yang berkeinginan mengisi Kultum usai Shalat Subuh yang dihadiri Sandiaga Uno itu. 

"Kalau memang mau Kultum sering-seringlah datang ke Masjid, kita kasih jadwal Kultum. Begitu kata Pak Ramli Abdullah. Jangan nanti ada seperti ini tiba-tiba begitu saja mau Kultum," Namru menjelaskan. 

“Kita khawatirkan Beliau blunder dan sebagainya, karena ada Pak Sandiaga Uno. Dan jika itu terjadi justru akan merugikan jamaah dan kita semua masyarakat. Sehingga ada kesimpulan untuk tidak mengizinkan Pak Suaib," tutup Namru Asdar. (*/Naf)