Kisah Inspiratif dari Hasan; Kampung Pendidikan Berujung Penghargaan

Wacana.info
Hasan, Inisiator Kampung Pendidikan di kecamatan Binuang, Polman. (Foto/Istimewa)

POLMAN--Tak banyak yang tahu tentang kisah inspiratif yang datang dari ujung selatan provinsi Sulawesi Barat ini. Kampung pendidikan, sebuah gerakan moral yang dengan sedemikian rupa telah berhasil merubah wajah desa Kuajang, dusun Lemo Tua, kecamatan Binuang, Polman.

Kampung yang dulunya biasa-biasa saja, layaknya wilayah desa lainnya, oleh gerakan kampung pendidikan belakangan berubah menjadi kampung yang benar-benar bernafas dan hidup dengan atmosfer pendidikan yang cukup kuat.

Kegiatan di Kampung Pendidikan.(Foto/Istimewa)

Adalah Hasan, sang penggagas kampung pendidikan yang memuluainya. Berawal dari keresahannya atas kondisi generasi di kampungnya, ia pun berbuat dengan menggerakkan generasi muda di kampung untuk terlibat aktif dalam setiap kegiatan pendidikan; formal maupun informal.

"Gerakan ini kami mulai sejak April kemarin. Kami melalukan pembinaan bagi anak usia sekolah, serta pengembangan yang kami khususkan bagi generasi muda yang ada di kampung kami," tutur Hasan kepada WACANA.Info, Sabtu (20/10).

"Setiap sore kami adakan pendindikan informal. Misalnya belajar bahasa Inggris. Atau sering juga kami mendatangkan orang-orang inspiratif di kampung untuk bisa membagi kiat-kiatnya bagi anak-anak di kampung kami. Kemudian pengembangan skill bagi mereka, itu juga yang menjadi fokus kami," sambungnya.

Wajah desa Kuajang, dusun Lemo Tua, kecamatan Binuang, kabupaten Polman pun berubah drastis. Jika dulunya kampung itu seperti 'kampung mati', kini bagi siapapun yang berkunjung ke sana bakal dipertontonkan dengan beragam kegiatan yang sifatnya mengedukasi.

"Kami ingin membangkitkan kesadaran anak-anak di kampung kami bahwa skill, keterampilan adalah kunci utama untuk dapat bersaing di masa depan. Itu hanya bisa diwujudkan dengan memaksimalkan pemberdayaan kepada mereka. Dulunya kampung Lemo seperti kampung mati. Sekarang kalau orang masuk ke kampung maka akan banyak pesan-pesan pendidikan yang akan ditemui," ujarnya.

Kegiatan di Kampung Pendidikan. (Foto/Istimewa)

Hingga saat ini, kampung pendidikan telah memiliki 125 peserta didik. Selain benyak menimba ilmu tentang pengetahuan umum, Hasan juga menyebut, kampung pendidikan pun juga fokus pada pendidikan keagamaan.

"Baqda magrib sampai isya, peserta didik akan diarahkan belajar ilmu agama di masjid. Jadi belajar agama di malam hari, pengetahuan umum di siang hari," cetusnya.

Raih Penghragaan dari Kementerian Pemuda dan Olahraga

Kampung pendidikan yang diinisiasi oleh Hasan itu belakangan diikutsertakan dalam seleksi program nasional pemuda pelopor yang dicetuskan Kementerian Pemuda dan Olahraga. Pemerintah kabupaten Polman pun mengikutsertakan Hasan dan kampung pendidikannya dalam seleksi pemuda pelopor tingkat provinsi.

Hasan dan kampung pendidikannya, bersama dua peserta lainnya akhirnya terpilih untuk mewakili Sulawesi Barat dalam program pemuda pelopor tingkat nasional. Selain Hasan, dua wakil Sulawesi Barat lainnya masing-masing di bidang pangan dan budaya.

Lampiran SK Penetapan Pemuda Pelopor Tingkat Nasional Tahun 2018. (Foto/Istimewa)

"Selanjutnya, pihak Kementerian turun langsung ke lokasi di Sulbar, turun survey lansung. Mereka datang untuk mengecek perwakilan dari Sulbar itu. Sayang, dalam prosesnya perwakilan Sulbar di pangan dan budaya dinyatakan tidak lolos. Kampung pendidikan yang berhasil lolos dan persentase di hadapan sejumlah juri di kementeria Pemuda dan Olahraga," urai Hasan.

Hasan dan kampung pendidikannya pun bersaing dengan sembilan wakil dari provinsi lain yang dinyatakan lolos untuk bidang pendidikan. Di hadapan dewan juri dengan ragam latarbelakang, persentase yang digelar pada 16-17 Oktober 2018 itu, Hasan dengan kampung pendidikannya dinyatakan meraih poin tertinggi.

Lampiran SK Penetapan Pemuda Pelopor Tingkat Nasional Tahun 2018. (Foto/Istimewa)

"Alhamdulillah kampung pendidikan mendapat nilai tertinggi. Menurut dewan juri, kelihatan dimana konsep kepeloporannya, serta dianggap jelas hasilnya seperti apa," ungkap Hasan, peraih gelar S2 Universitas Negeri Jakarta itu.

Penghargaan pun diberikan kepada Hasan atas kepeloporannya pada program kampung pendidikan yang faktanya telah banyak merubah wajah kampungnya itu. Rencananya, Hasan bakal kembali diundang untuk mengikuti upacara hasi sumpah pemuda di Jakarta dalam waktu dekat ini.

Lampiran SK Penetapan Pemuda Pelopor Tingkat Nasional Tahun 2018. (Foto/Istimewa)

"Kami diundang ke Istana pada tanggal 27 Oktober ini. Sekaligus mengikuti upacara sumpah pemuda, dan pada kesempatan itu kementerian Pemuda dan Olahraga juga akan memberikan penhargaannya atas apa yang telah kami lalukan," pungkas Hasan. (Naf/A)