Bagi PKS, Poros Tengah di Pilkada Polman Tak Mungkin Terwujud
POLMAN--Opsi untuk membentuk poros tengah pada kontestasi jelang Pemilukada Polman sepertinya sulit untuk terwujud.
Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sebagai pihak penggagas akhirnya menutup peluang pembentukan poros tengah di Pemilukada Polman setelah kader terbaiknya, Zainal Abidin tak sanggup menjalin komunikasi dengan beberapa kekuatan politik lainnya hingga batas waktu yang telah ditentukan.
Sekretaris DPW PKS Sulawesi Barat, Hajrul Malik menjelaskan, meski poros tengah di Pemilukada Polman gagal diwujudkan, namun pihaknya tetap akan ikut ambil bagian pada momentum Pemilukada Polman 2018 mendatang.
"Kami tak ingin melewatkan momentum Pilkada Polman. Setelah pembentukan poros tengah gagal, maka kita akan mengajukan opsi kedua," tutur Hajrul saat dihubungi, Rabu (27/12).
Opsi lain yang dimaksud Hajrul tersebut ialah memberikan dukungan ke salah satu figur yang telah resmi mendaftar ke PKS. Keduanyanya ialah Andi Ibrahim Masdar sang petahana, serta penantang incumbent, Salim S Mengga.
"Keputusan akan kemana PKS di Pilkada Polman itu akan ditentukan oleh DPP PKS pada tanggal 4 Januari nanti," sambungnya.
Kedua nama di atas memang jadi penantang paling serius di Pemilukada Polman. Andi Ibrahim hingga kini telah mengantongi rekomendasi Golkar dan surat tugas dari PAN, yang keduanya kembali memasangkan Andi Ibrahim dengan Muh Natsir Rahmat.
Sementara Salim S Mengga kini berhasil mengantongi rekomendasi PPP dan Demokrat yang keduanya membuat Salim sepaket dengan Marwan. Serta surat tugas dari PDI Perjuangan dan NasDem.
"Kita lihat saja nanti tanggal 4. Agendanya itu pengurus DPP akan menyerahkan rekomendasinya. Kepada siapa rekomendasi PKS, nanti kita lihat," simpul Hajrul Malik. (Naf/A)









