Proses Tender Proyek Fisik Telah Selesai, Tersisa Penandatanganan Kontrak

Wacana.info
Gubernur Sulbar, Ali Baal Masdar. (Foto/Net)

MAMUJU--gubernur Sulawesi Barat, Ali Baal Masdar sejak jauh hari telah meminta agar proses tender untuk sejumlah proyek fisik agar dipercepat. Itu sebagai langkah dalam upaya percepatan realisasi program yang masuk di dalam RPJMD Gubernur.

Kabid Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sulawesi Barat, Nur Dajwi menyebut, Juni 2021 proses tender sejumlah proyek fisik sudah selesai. Optimisme pun muncul, pekerjaan proyek fisik dapat lebih awal diselesaikan.

"Proses yang sedang berjalan sekarang ini penyelesaian penandatanganan kontrak," ungkap Nur Dajwi, Kamis (3/06).

Tentang dana PEN, pemerintah Provinsi Sulawesi Barat masih menunggu respon dari pihak ketiga dalam hal ini PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) (SMI). Angka Rp 700 Miliar yang diusulkan belakangan mendapat koreksi dari Kementerian Keuangan, hingga Rp 300 Miliar lebih.

Nur Djawi menjelaskan, pihaknya bakal belajar dari pengalaman tahun sebelumnya. Masuknya dana PEN dapat dituntaskan sesuai target dengan pola kerja yang sama tetap diterapkan pula pada tahun ini.

Tahun 2020 lalu, empat paket proyek infrastruktur yang menggunakan dana pinjaman dari PT. SMI sebesar Rp 37,4 Miliar. Meliputi
pekerjaan ruas jalan Martadinata-bts Tapalang Barat 3,6 Km Rp 11,8 Miliar, ruas jalan Salubatu-Bonehau 1,2 Km Rp 4,2 Miliar, ruas jalan Ulumanda-Salutambung 2,5 Km Rp 9 Miliar, dan ruas jalan Mapilli-Piriang 3,6 Km Rp 11,8 Miliar.  

Dana PEN itu dikucurkan Oktober 2020. Dikelola selama dua bulan dan tuntas 100 Persen.
dan tuntas 100 persen.

Ali Baal Masdar sebelumnya mengatakan, masih banyak pekerjaan jalan yang harus dituntaskan dimasa mendatang demi mewujudkan konektivitas wilayah. Hanya mengandalkan APBD sama sekali tak mencukupi.

"Tetapi kita akan berusaha agar bantuan mengalir ke Sulbar," beber Ali Baal Masdar.

Kata Ali, pembangunan jalan harus terus dilakukan. Meski bertahap, namun ia mengaku optimis sejumlah titik dapat dikerjakan secara maksimal di dua tahun sia periode kepemimpinannya.

Tahun 2020 sambung Ali, kondisi pandemi bikin pekerjaan beberapa proyek jalan harus dihentikan. Termasuk dua pekerjaan jalan yang dananya bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) yakni ruas jalan Salutambung-Urekang
dan ruas jalan Matangnga-Keppe yang pagunya terpangkas 100 Persen demi pemusatan anggaran (refocusing) penanganan Covid-19. (Ipenk/Naf)