Pemadaman Listrik Bergilir, Ini Penjelasan PLN
MAMUJU–Manager PT PLN (Persero) UP3 Mamuju, M. Fauzan menemui Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Barat, Junda Maulana, Kamis (03/09). Pertemuan tersebut juga dihadiri Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Sulawesi Barat, Bujaeramy Hassan. Pertemuan hari itu secara khusus membahas pemadaman listrik bergilir yang terjadi di sejumlah wilayah Sulawesi Barat dalam sepekan terakhir.
M. Fauzan dalam penjelasannya mengatakan, pemadaman bergilir terpaksa dilakukan akibat pemeliharaan beberapa fasilitas ketenagalistrikan dan infrastruktur di sistem kelistrikan Sulawesi bagian selatan. Kondisi tersebut menyebabkan berkurangnya pasokan daya sehingga pengaturan beban secara bergilir menjadi langkah yang tidak terhindarkan.
"Kami menyadari bahwa pemadaman bergilir ini sangat memberatkan masyarakat dan dunia usaha. Namun, ini adalah langkah optimal yang kami ambil untuk menjaga keandalan sistem kelistrikan secara keseluruhan. Sebagai upaya mitigasi, kami telah mengaktifkan sejumlah pembangkit cadangan, seperti PLTU berbahan bakar diesel, untuk menambah pasokan dan mengurangi durasi pemadaman. Kami terus berupaya maksimal agar kondisi pasokan segera pulih normal," terang M. Fauzan.
PLN berkomitmen untuk terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk menyampaikan informasi jadwal pemadaman secara berkala.
Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Barat, Junda Maulana sendiri meminta PLN untuk lebih transparan dalam menyampaikan informasi jadwal pemadaman kepada masyarakat.
"Saya minta agar PT PLN selalu menyampaikan informasi jadwal pemadaman secara transparan dan tepat waktu kepada masyarakat. Dengan informasi yang jelas, masyarakat dapat melakukan antisipasi dan menyesuaikan aktivitasnya selama pemadaman berlangsung," kata Junda.
Ia juga mengimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang. Tidak panik, dan mulai melakukan efisiensi penggunaan listrik untuk membantu mengurangi beban puncak.
"Jangan ada pihak-pihak yang membuat hoax yang dapat meresahkan masyarakat," tegas Junda Maulana.
Sekda juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, PLN, dan masyarakat dalam menghadapi kondisi ini, serta berharap agar situasi dapat segera normal kembali.
Sementara itu, Kepala Dinas ESDM Sulawesi Barat, Bujaeramy Hassan menguraikan, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan PLN terkait jadwal pemadaman dan langkah-langkah penanganan yang dilakukan.
"Kami memahami bahwa pemadaman ini sangat mengganggu aktivitas masyarakat dan dunia usaha. Namun, ini adalah langkah teknis yang terpaksa dilakukan PLN untuk menjaga keandalan sistem kelistrikan jangka panjang. Kami mengharap agar kondisi bisa segera normal sehingga pasokan kembali stabil dan informasi jadwal pemadaman dapat diakses dengan mudah oleh masyarakat," beber Bujaeramy.
Bujaeramy berharap, seluruh pihak dapat bersabar dan saling mendukung dalam situasi ini. Pihaknya akan terus berkoordinasi secara intensif dengan PLN untuk mencari solusi jangka pendek dan jangka panjang terkait ketahanan energi di Sulawesi Barat.
Pertemuan hari itu menghasilkan kesepakatan untuk meningkatkan komunikasi publik terkait jadwal pemadaman serta mengoptimalkan penggunaan pembangkit cadangan guna meminimalkan dampak terhadap masyarakat. Dinas ESDM Provinsi Sulawesi Barat akan terus memantau perkembangan situasi dan menyampaikan informasi terbaru melalui kanal-kanal informasi resmi. (*/Naf)









