Pemerintahan

Karakteristik Wilayah serta Medan yang Sulit, Unit Siaga SAR Kabupaten Mamasa Resmi Dibentuk

Wacana.info
Kepala Unis Siaga SAR Mamasa, Muhammad Akbar. (Foto/Istimewa)

MAMUJU--Untuk percepatan respons penanganan bencana dan kecelakaan di wilayah daerah, unit siaga Search and Rescue (SAR) di Kabupaten Mamasa akhirnya dibentuk. Unit Siaga SAR merupakan satuan terkecil dari Kantor Pencarian dan Pertolongan yang ditempatkan secara strategis di wilayah kabupaten yang memiliki tingkat kerawanan bencana tinggi atau wilayah yang jauh dari jangkauan Kantor SAR induk.

Kepala unit siaga SAR Kabupaten Mamasa, Muhammad Akbar dalam keterangannya menjelaskan, unis siaga SAR Mamasa dibentuk sebagai upaya meningkatkan kecepatan dan efektivitas pelayanan pencarian dan pertolongan di wilayah Kabupaten Mamasa dan sekitarnya. Pembentukan unit ini didasarkan pada karakteristik wilayah yang didominasi pegunungan, medan yang sulit dijangkau, serta tingginya potensi kejadian kondisi membahayakan manusia, kecelakaan, dan bencana alam.

"Selain itu, keberadaan Taman Nasional Gandang Dewata sebagai kawasan konservasi dengan aktivitas pendakian, penelitian, dan wisata alam turut menjadi salah satu pertimbangan penting dalam penyediaan layanan SAR yang lebih cepat dan optimal," terang Muhammad Akbar kepada WACANA.Info, Sabtu (01/08).

Secara organisasi, unit siaga SAR Kabupaten Mamasa merupakan unit operasional yang berada di bawah pembinaan dan koordinasi Kantor Pencarian dan Pertolongan Mamuju, satuan pencarian dan pertolongan berskala provinsi. Menurut Akbar, kehadiran unit siaga SAR Mamasa jadi sesuatu yang sangat krusial dalam rantai penyelamatan. 

"Jika terjadi kecelakaan, misalnya pendaki hilang di wilayah pegunungan, hitungan menit sangat berharga untuk menyelamatkan nyawa. Unit Siaga SAR tingkat kabupaten inilah yang menjadi garda terdepan untuk melakukan tindakan awal sebelum bantuan personel dan peralatan dari kantor pusat tiba," sambungnya.

Setelah resmi menjabat kepala unit siaga SAR Kabupaten Mamasa, Akbar yang sebelumnya duduk di posisi pengelola pencarian dan pertolongan Kantor Pencarian dan Pertolongan Mamuju itu mengaku bakal memaksimalkan koordinasi dengan seluruh stakeholder yang ada di Mamasa. Termasuk melakukan pemetaan lokasi daerah rawan, pembinaan serta sosialisai SAR ke sekolah-sekolah.

"Serta tentu saja dengan organisasi pencita alam atau yang serupa, mengingat di Kabupaten Mamasa ada dua gunung yang sering didaki yakni Gandang Dewata serta Mambulilling," pungkas Muhammad Akbar. (*/Naf)